LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Di tengah gencarnya distribusi Makan Bergizi Gratis ke ribuan sekolah, ada tangis yang tertahan dari ujung timur Lombok. Sebanyak 70 siswa SD Negeri 4 Selaparang dan SMPN 1 Satu Atap Suela, Dusun Batu Tinja, RT Lendang Belo, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, hingga kini belum pernah mencicipi sepiring pun MBG. 
Sebanyak 70 siswa SD Negeri 4 Selaparang dan SMPN 1 Satu Atap Suela belum pernah mencicipi MBG.
Padahal program andalan Presiden Prabowo – Gibran itu sudah berjalan lebih dari setahun.
“Benar, sudah setahun lebih anak-anak kami di sini belum pernah merasakan MBG,” ungkap Iman, guru yang sehari-hari mengajar di sekolah pelosok itu, Kamis (30/4/2026).
Sekolah itu memang jauh dari keramaian. Akses jalan rusak parah, memisahkan Lendang Belo dari desa induk dan kecamatan. Namun dapur SPPG terdekat sebetulnya tidak terlampau jauh.
Setiap kali melihat mobil dapur SPPG melintas menuju sekolah lain, Iman mengaku dadanya sesak.
“Sedih saya karena hanya kita yang belum dapat,” katanya.
Harapan pernah menyala sebentar. Suatu hari, sebuah mobil masuk ke halaman sekolah. Puluhan pasang mata siswa langsung berbinar. “Anak-anak sudah bangga, dikira MBG datang. Ternyata mobil kepala sekolah,” tutur Iman sambil tersenyum kecut.
Dulu, pertanyaan “Kapan kita dapat MBG, Pak?” jadi lagu wajib tiap hari. Kini, lagu itu berhenti. “Sekarang anak-anak sudah bosan bertanya soal MBG ini,” ucap Iman.
Iman tak menutup mata. Ia sadar lokasi sekolahnya terpencil. “Kami akui ada beberapa dapur yang sempat minta data anak-anak. Tapi setelah itu hilang tanpa kabar. Mungkin karena jauh dan jalannya rusak,” ujarnya.
PLT UPTD Dikbud Kecamatan Suela, Mohamad Sakban, menjelaskan duduk perkaranya. SDN 4 Selaparang dan SMPN Satu Atap itu masuk kategori MBG 3T – tertinggal, terdepan, terluar – bukan sekolah reguler.
“Saya sudah komunikasi dengan pimpinan. Boleh untuk sementara masuk ke dapur terdekat yang membutuhkan,” jelas Sakban.
Sayangnya, lampu hijau itu belum menyala. “Sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Mohon maaf, belum ada informasi dari pimpinan kapan MBG 3T dijalankan,” pungkasnya.
Sementara menunggu kepastian, 70 siswa di Lendang Belo tetap masuk sekolah tiap pagi. Perut mereka diisi bekal dari rumah, sementara angan tentang makan siang bergizi dari negara masih menggantung di langit Suela.

