Daftar Isi [Tampil]

Dirut PD Agro Selaparang, Sabar, S.Pd.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang menunjukkan performa keuangan dan ekspansi bisnis yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Sabar, perusahaan pelat merah milik Pemkab Lombok Timur ini sukses mencatatkan lonjakan laba bersih setelah pajak yang signifikan, sekaligus merancang berbagai lompatan bisnis strategis untuk tahun-tahun mendatang.

Berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025, PD Agro Selaparang berhasil membukukan Pendapatan Kotor Terealisasi sebesar Rp2.093.361.697. Setelah dikurangi Beban Operasional sebesar Rp2.639.936.232 yang di dalamnya sudah mencakup langkah efisiensi dan penyeimbangan anggaran perusahaan sukses mencetak Laba Bersih Setelah Pajak mencapai Rp214.485.855.

Angka laba bersih ini mengalami lonjakan tajam sebesar 34,58% jika dibandingkan dengan capaian laba bersih pada tahun 2024.

Tidak hanya dari sektor laba, pertumbuhan performa perusahaan juga tercermin dari nilai aset yang meroket. Total aset PD Agro Selaparang kini menembus Rp14.260.345.024, meningkat 25% (naik sebesar Rp2.440.681.140) dari posisi tahun 2024 yang bernilai Rp11.819.663.884.

Dirut PD Agro Selaparang, Sabar, mengungkapkan bahwa dari sekian banyak lini usaha yang dijalankan mulai dari beras KSM hingga perikanan sektor produksi es balok sejauh ini menjadi penyumbang pendapatan yang paling dominan dan saling mengisi dengan unit usaha lainnya.

"Dari kapasitas produksi 700 balok, rata-rata terjual 400 sampai 500 balok per hari. Kebutuhan paling dominan datang dari para supplier yang mengirim ikan dan ayam ke ratusan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Lombok Timur,sekitar 200 balok es curah diserap untuk menjaga kesegaran komoditas tersebut," ujar Sabar, usai LPJ PD Agro Selaparang Tahun Buku 2025, pada Rabu (20/5/2026).

Melihat tingginya ketergantungan pasar pada komoditas es, PD Agro Selaparang kini membidik pasar Es Kristal yang dinilai memiliki potensi ekonomi luar biasa. Saat ini, pasar es kristal di Lombok masih dikuasai oleh vendor luar (Atlas) hingga 25%.

"Kami merencanakan investasi modal untuk membeli mesin pencetak es kristal sendiri karena potensinya sangat besar. Kami ingin mengambil peluang pasar yang selama ini belum bisa kami penuhi karena keterbatasan alat," tambahnya.

Keberadaan lebih dari 200 SPPG di Lombok Timur menjadi pasar yang sangat seksi bagi PD Agro Selaparang. Hingga saat ini, perusahaan baru mampu melayani 21 SPPG untuk kebutuhan air minum galon dengan serapan 865 galon per bulan.

"Potensinya luar biasa besar. Menyuplai 21 SPPG saja sudah sebesar itu, bagaimana jika kita bisa menguasai 50 atau bahkan 100 SPPG? Kebutuhannya luar biasa dan saat ini kemampuan produksi kita yang memang belum mampu memenuhi seluruh permintaan itu," jelas Sabar.

Terkait keterbatasan pasokan produk air galon lokal, Sabar mengaku telah mengantongi izin dari Bupati Lombok Timur untuk memasarkan produk atau merek lain sebagai distributor demi memenuhi tingginya permintaan pasar, selama tidak mengganggu ritme internal.

Selain air galon, PD Agro Selaparang juga aktif menyuplai komoditas pangan lain ke lembaga mitra, seperti Ikan Nila saat ini rutin melayani 6 dapur SPPG dengan volume pasokan mencapai 6 ton per minggu, ditopang oleh fasilitas kolam budidaya milik perusahaan yang sangat luas.

Selain itu, PD Agro Selaparang tengah membidik pengadaan bahan baku lokal seperti porang dan cangkang kemiri. Begitu juga dengan Produksi Terasi dengan merespons arahan langsung dari Bupati, manajemen kini mulai melakukan survei lokasi produksi dan menjajaki kerja sama dengan pihak pengemasan (packing) untuk melepas produk terasi lokal berkualitas ke pasaran.

Di tengah performa bisnis yang sedang tumbuh positif, manajemen PD Agro Selaparang di bawah nakhoda Sabar yang menjabat sejak Januari 2025 tetap harus berhadapan dengan persoalan administrasi masa lalu. Perusahaan mencatat adanya akumulasi utang macet pihak ketiga (seperti utang pakan ikan dan jagung) bernilai miliaran rupiah yang terjadi pada periode tahun 2014 ke bawah.

"Secara akuntansi, piutang lama ini tetap melekat dan mengganggu sistem pembukuan kami saat ini. Ini adalah persoalan di bawah tahun 2014. Kendala di lapangan adalah data penagihan masa lalu yang kurang kuat, posisi penanggung jawab yang tidak pasti, hingga jaminan yang kabur," ungkap Sabar blak-blakan.

Untuk menyelesaikan persoalan akut ini, PD Agro Selaparang bergerak taktis dengan rencana menjalin kerja sama resmi bersama Kejaksaan dan Inspektorat Lombok Timur guna melakukan tracing dan penagihan terhadap para debitur yang selama ini timbul tenggelam.

Sabar juga menegaskan komitmen kepatuhannya terhadap regulasi negara. Terkait kewajiban pajak terutang yang ditinggalkan oleh manajemen periode sebelum dirinya menjabat, saat ini PD Agro Selaparang secara konsisten sedang melakukan proses pencicilan agar pembukuan perusahaan kembali sehat seutuhnya.

Dengan kombinasi strategi ekspansi pasar yang agresif dan pembenahan internal yang berani, PD Agro Selaparang optimis mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan dan penyumbang PAD yang kian signifikan bagi Kabupaten Lombok Timur. (rs/toni)