Daftar Isi [Tampil]

Sekretaris Daerah Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik, memastikan kesiapan lahan sudah matang.

2 Hektar TPA Siap Disulap Jadi TPST Modern, Verifikasi Lapangan Juni 2026

LOMBOK TIMUR –  Radarselaparang.com || Kabupaten Lombok Timur tancap gas mengejar peluang besar dari Bank Dunia. Pemkab resmi mendaftar program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang hanya diberikan ke 30 daerah di Indonesia.

Fokusnya jelas untuk mengubah wajah pengelolaan sampah Lombok Timur dari sekadar buang-timur jadi sistem modern yang menghasilkan nilai ekonomi.

Sekretaris Daerah Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik, memastikan kesiapan lahan sudah matang. 

"Dari total 15 hektar luas TPA kita, minimal 2 hektar akan dikhususkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang terintegrasi," ujarnya di ruang kerja, Senin (11/5/2026).

Konsepnya bukan lagi menumpuk sampah, tapi mengolahnya jadi produk bernilai ekonomi. Mulai dari kompos, hingga energi terbarukan seperti listrik. Artinya, hanya residu akhir yang benar-benar sampai ke TPA.

Langkah Pemkab mendapat dukungan penuh Dinas Lingkungan Hidup. Kadis LH H. Pathurrahman bilang semua dokumen perencanaan sudah diserahkan ke pusat: RPJPD, RPJMD, RPD 2024-2026, Renstra, Renja, Masterplan Persampahan, sampai Roadmap SKK.

"TPST itu tempat pengelolaan sampah terpadu. Sampah dikelola jadi produk-produk, misalnya kompos atau benda lain sehingga bernilai ekonomi," jelasnya.

Saat ini tim DLH fokus menyempurnakan dokumen teknis. Jika sesuai jadwal, verifikasi lapangan oleh tim pusat akan dilakukan Juni 2026. Setelah lolos, proses masuk tahap finalisasi dokumen hingga November, lalu dilanjut penandatanganan kerja sama dengan pemerintah pusat.

Program ini juga jadi jawaban atas desakan mahasiswa. Sekda menyebut BEM Lotim sudah menyampaikan aspirasi soal darurat sampah langsung ke Pemda.

"Kami telah berdiskusi dengan adik-adik mahasiswa. Isu sampah ini kita kawal bersama," kata Juaini Taofik.

Selain sampah, Pemkab juga memastikan distribusi LPG tetap jadi prioritas. Pengawasan akan diperketat agar tidak ada lagi pengisian yang melenceng dari wilayah.

Jika Lotim lolos seleksi, paradigma pengelolaan sampah di daerah ini diprediksi berubah total. Sampah tak lagi dianggap beban, tapi sumber pendapatan dan energi.