Daftar Isi [Tampil]

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turun langsung memberi kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang.
Semarang - Radarselaparang.com || Di tengah peringatan Hardiknas, kampus jadi ruang diskusi arah kebijakan negara. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turun langsung memberi kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, Sabtu (2/5/2026).  

Di hadapan 20 dosen dan 80 mahasiswa lintas fakultas, Nusron menegaskan satu pesan kuat, yakni "restrukturisasi distribusi tanah untuk keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi". Arahan itu, katanya, datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebelum ia dilantik.  

“Sebelum dilantik saya dipanggil Pak Presiden untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah yang lebih mengedepankan keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi. Tiga kata itu kuncinya,” ujar Nusron di aula UNWAHAS.  

Ketimpangan Tanah Masih Jadi PR Besar

Nusron blak-blakan soal ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia. Sebagian besar lahan, kata dia, masih dikuasai kelompok tertentu. Akibatnya, akses masyarakat terhadap tanah sebagai sumber ekonomi belum merata.  

Mengutip ekonom Hernando de Soto, Nusron menyebut _legal access_ terhadap tanah adalah kunci pengentasan kemiskinan. “Bagaimana seseorang bisa keluar dari kemiskinan jika tidak memiliki akses paling dasar, yaitu tanah,” tegasnya.  

Adil dan Merata Saja Tidak Cukup

Menteri ATR/BPN menekankan, kebijakan tanah tidak boleh berhenti di adil dan merata. Harus ada keberlanjutan ekonomi. Pemerintah, katanya, tidak akan mematikan pelaku usaha besar. Tapi kelompok kecil wajib didorong naik kelas.  

“Adil saja tidak cukup, merata saja tidak cukup, kalau tidak ada keberlanjutan ekonomi. Yang kecil harus menjadi besar, dan yang belum punya akses harus diberikan kesempatan,” tambahnya.  

Restrukturisasi ini bakal jadi salah satu prioritas Kementerian ATR/BPN ke depan. Tujuannya jelas: tanah tidak lagi menumpuk di segelintir pihak, tapi jadi pengungkit ekonomi rakyat.  

Dihadiri Tokoh Kampus dan BPN

Kuliah umum berlangsung antusias. Turut hadir Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang Noor Achmad, Rektor UNWAHAS Helmy Purwanto, Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN Shamy Ardian, serta Plt. Kakanwil BPN Jawa Tengah Kartono Agustiyanto beserta jajaran.  

Langkah Nusron Wahid turun ke kampus ini sekaligus menandai pendekatan baru: kebijakan pertanahan dirumuskan tidak hanya di meja birokrasi, tapi juga didiskusikan langsung dengan akademisi dan mahasiswa.  (*)