Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Rektor UNRAM, Prof. Sukardi  saat melakukan audien di Ruang Rapat Bupati.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi menghibahkan lahan di Ekas kepada Universitas Mataram (UNRAM). Lahan tersebut akan dibangun pusat penelitian rumput laut dan klinik spesialis kedokteran kepulauan.

Penandatanganan dokumen hibah dilakukan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Rektor UNRAM Sukardi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan tak hanya soal hibah. Kedua pihak juga membahas isu kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Bupati H. Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron, menyebut jumlah penduduk Lotim yang besar tidak sebanding dengan proporsi dokter. Karena itu, dibutuhkan terobosan dan komunikasi efektif antara Pemda dan UNRAM.

Bupati H. Iron, menegaskan saat ini Pemda berkonsentrasi mengatasi penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan warga. Meski anggaran terbatas, ia menyebut Lotim masih mampu membangun secara bertahap.

“Terkait BPJS jika kami tidak menemukan siasat, maka harus menambah sekitar Rp55 miliar,” kata Bupati H. Iron. 

Kondisi itu berdampak pada rencana tambahan subsidi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Bupati menyatakan kebijakan akan dievaluasi. Selama ini, Pemda tiap tahun menganggarkan subsidi bagi lulusan kedokteran UNRAM yang mengabdi di Lotim dan lanjut ke jenjang spesialis. 

“Untuk itu melalui Pak Rektor, kita membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih mengarah ke teknisnya. Agar para lulusan spesialis ini ke depannya merasa terikat untuk kembali mengabdi ke daerah,” ujar Bupati H. Iron.  

Bupati H. Iron, berharap lahan hibah di Ekas dikembangkan optimal. Kawasan itu telah memiliki Kampung Nelayan Merah Putih yang didukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ke depan, Ekas juga akan dilengkapi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) dan pabrik es batu guna menjaga stabilitas harga hasil laut.

Rektor UNRAM, Prof. Sukardi, menyampaikan selain soal lahan hibah, pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan Pemda terkait mahasiswa kedokteran. Ia menyinggung keterbatasan sarana dan prasarana gedung kuliah. 

Sukardi juga menyebut perlunya perhatian terhadap subsidi biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Lombok Timur yang masuk grade 3 atau kategori miskin.

Pertemuan dihadiri rombongan UNRAM yang terdiri dari rektor dan guru besar. Dari Pemda Lotim, Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala BPKAD. (rs)