![]() |
| Ustaz Eka Budiansyah, SQ., CIQ., MAP. Bersama pengasuh dan santri Ponpes DIBAMA Aikmel. |
Di bawah asuhan Ustaz Eka Budiansyah, SQ., CIQ., MAP, DIBAMA bukan pondok biasa. Tradisi pengkaderan kuat dan sistematis jadi rahasia dapur kesuksesannya. Hasilnya: santri-santri pondok ini langganan juara di MTQ dan STQ, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, sampai provinsi.
Ustaz Eka yang juga Koordinator Pembinaan dan Prestasi LPTQ Lombok Timur bilang prestasi itu bukan kebetulan tetapi melalui proses panjang dengan sistem kaderisasi yang terus dirawat dan dijaga secara konsisten dalam pondok pada para santri.
"Kesuksesan DIBAMA tidak lepas dari sistem pengkaderan yang kami jaga di dalam pondok," jelas Ustaz Eka, pada Jumat (22/5/2026).
Track record-nya panjang. Selain MTQ/STQH garapan LPTQ Lotim, TPQ dan Diniyah DIBAMA juga sapu juara di Festival Anak Sholeh Indonesia versi BKPRMI Lotim. Bahkan tembus nasional. Di Festival Seni Al Qur’an garapan FKPQ Lotim, nama DIBAMA juga rutin naik podium.
Wakil Ketua FKPQ Lotim Ustaz Nasipudin ikut bangga atas raihan prestasi gemilang yang diraih Ponpes DIBAMA makin maju dalam pengkaderan hafiz-hafizah dan mengasah talenta santri di Syarhil Qur’an dan Pahmil Qur’an.
"Kami bersyukur Ustaz Eka masuk kepengurusan FKPQ Lotim sebagai Pembina. Muda, tapi ilmunya luas dan pengalamannya banyak,” ujarnya pada Ahad (24/5/2026).
FKPQ Lotim bahkan menobatkan DIBAMA sebagai barometer pembinaan Qur’an di Lotim dalam mendidik anak negeri demi Lombok Timur yang religius. Iaengucapkan selamat untuk Ponpes DIBAMA dan pengasuhnya Ustaz Eka Budiansyah.
Dari Aikmel ke Tetebatu, dari latihan ke panggung provinsi. DIBAMA sekali lagi membuktikan kalau kadernya ditempa dengan benar, panggung sebesar apa pun siap ditaklukkan.
"Semoga di MTQ XXXI 2026 cabang Syarhil dan Pahmil Qur’an lancar dan sukses, pulang bawa juara,” tutupnya. (rs/Acip)


