Daftar Isi [Tampil]


Penamatan santri Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet, Desa Bintang Rinjani, Kecamatan Suralaga.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com
|| Halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Saadatuddarain NW Majuwet, Desa Bintang Rinjani, Kecamatan Suralaga, dipenuhi suasana haru dan bangga. Sebanyak 53 siswa ditamatkan dalam Tasyakuran Penamatan tahun pelajaran 2025/2026. Senin (18/5/2026).

Kelulusan tahun ini menegaskan komitmen Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet dalam kiprahnya selama 68 tahun memajukan pendidikan di Desa Bintang Rinjani. Hingga saat ini Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet menaungi 3 lembaga pendidikan dan tahun ini menamatkan dari masing - masing lembaga yakni Paud Al Mawaddah dengan 18 siswa, MI NW Majuwet 18 orang, dan SMP Islam Saadatuddarain sebanyak 17 orang. 

Mewakili Ketua Ponpes, Ustaz Syiaruddin S.Ag, Kepala SMP Islam Saadatuddarain NW Majuwet Fathullah menyampaikan bahwa pendidikan di Majuwet sudah berjalan panjang. Jika dihitung sejak berdirinya MI NW Majuwet, proses pendidikan di tempat ini telah berlangsung 68 tahun lalu, tepatnya sejak 2 Mei 1958. 

“Baru setelah itu didirikan SMP pada 2 Mei 2027 dan pada 2 Mei 2016 didirikan Paud Al Mawadah,” ujarnya. 

Fathullah menjelaskan, Ponpes Saadatuddarain kini menaungi tiga lembaga pendidikan, mulai dari Paud, MI dan SMP. Menariknya, semua lembaga itu didirikan pada tanggal 2 Mei oleh para pendiri sebagai bentuk mengenang Hari Pendidikan Nasional dan penghormatan tertinggi kepada para pendidik dan guru.

Kanit UPT Pendidikan Kecamatan Suralaga H. Kamaluddin dalam sambutannya mengaitkan momen penamatan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei. Ia mengutip pesan Ki Hajar Dewantara, “jadikanlah semua tempat sebagai sekolah, jadikanlah semua orang menjadi guru.” 

Menurutnya, pesan itu menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar manusia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan pimpinan pondok agar proses pendidikan berjalan optimal. 

“Sehebat apapun guru mengajar, sehebat apapun kepala sekolah dan pimpinan pondok, kalau orang tua tidak ikut bersinergi, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu peran orang tua sangat vital dalam membentuk karakter,” katanya.

H. Kamaluddin juga menyinggung tantangan pendidikan di era global yang serba terbuka. Ia berpesan kepada siswa yang ditamatkan agar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

“Ilmu dan pengetahuan itu dua hal yang berbeda. Ilmu harus dituntut melalui pembelajaran di sekolah, sementara pengetahuan didapat dari pengalaman saat proses pembelajaran,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Pjs Kepala Desa Bintang Rinjani Risyad Nukson Hakim memperkenalkan diri dan berharap semua elemen masyarakat aktif memberikan masukan serta mendukung program pemerintah desa. 

“Kami akan menjabat di Desa Bintang Rinjani hingga terpilihnya kepala desa definitif,” ujarnya.

Acara ditutup dengan Irsyadat Wataujihad oleh Pembina Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet, TGH. Azwar Anas As Shaulaty. Dalam arahannya, ia kembali menekankan pentingnya pendidikan anak sebagai bekal utama menghadapi masa depan. 

Ia berpesan pada semua alumni yang menamatkan pendidikannya di lembaga pendidikan Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet agar tetap ingat ponpes ini, jangan melupakan sejarah dan tetap ingat pada guru.

"Dimanapun kalian melanjutkan dan jadi apapun kalian kedepannya harus ingat lembaga pendidikan di Ponpes ini dan jaga nama baiknya," pesannya. (rs/Toni)