LOMBOK TIMUR – Radarselaparang.com || Aula Yayasan Pondok Pesantren Fathul Mu’in Annahdloh NW Montong Tangi, Sakra Timur, penuh haru. MTs Fathul Muin NW melepas 29 santri kelas IX angkatan ke-2. Acaranya sederhana, tapi air mata tak bisa dibendung sejak pidato pertama karena terharu. Sabtu (23/5/2026).
Penamatan siswa Ponpes Fathul Muin Annahdloh NW Montong Tangi, Sakra Timur.
Kepala MTs Buhari Muslim membuka laporan dengan suara tercekat. Kenangan 2022 saat madrasah baru dirintis kembali hidup. “Dulu tidak ada gedung, tidak ada izin operasional. Semua mencibir dan mencemooh. Alhamdulillah sekarang sudah terakreditasi. Ini angkatan perdana yang ijazahnya kami tandatangani mandiri,” ucapnya sambil menahan tangis.
Suasana makin khidmat saat koor MTs melantunkan Hymne Guru. Puncaknya saat Oriza Satifa, siswi kelas 9, naik mimbar untuk pidato perpisahan. Suaranya bergetar. “Tiga tahun lalu kami masuk madrasah dengan kosong ilmu agama. Sekarang banyak yang kami dapat dari ustaz/ustazah. Terima kasih atas kesabaran menghadapi kami yang nakal dan tidak patuh. Maafkan segala khilaf. Jasa kalian tak akan kami lupakan,” ujarnya sambil terisak.
Bagi para santri, madrasah ini bukan cuma tempat belajar. “Ini rumah kedua kami. Lapangan, ruang kelas, aula ini saksi kami mengaji dan belajar 3 tahun. Tanpa kesabaran guru, kami tidak akan sampai di titik ini,” kenang Oriza.
Buhari Muslim berpesan keras ke lulusan: jaga shalat lima waktu, jaga nama baik almamater, ingat jasa guru, berbakti ke orang tua. “Itu pesan kami untuk kalian semua,” tegasnya.
Ketua Yayasan Hasanah Efendi mengaku ini hari paling bahagia. “Saya orang paling bahagia hari ini. Ini buah cinta kami ke masyarakat Montong Tangi. Anak-anakku, teruslah belajar dan raihlah cita-citamu. Hari ini tonggak menuju kesuksesan kalian,” pesannya. Ia juga mengajak lulusan lanjut ke MA yang baru dibuka yayasan. “Jangan berhenti di sini. Masa depan kalian cerah. Ambil ilmu sebanyak-banyaknya di sini,” ajaknya.
Dari madrasah tanpa gedung sampai angkatan ke-2 lulus terakreditasi. Dari cemooh 2022 sampai aula banjir air mata 2026. MTs Fathul Muin NW Montong Tangi membuktikan, yang dibangun dengan sabar dan doa, akhirnya berbuah tangis haru kebanggaan. (RS/Munir)

