Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dai acara Rapat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 PD AgronSelaparang. 
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang menunjukkan performa keuangan dan operasional yang positif tumbuh sebesar 34,58 persen sepanjang Tahun Buku 2025. Hal ini terungkap dalam Rapat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025. Rabu (20/5/2026).

Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), jajaran Dewan Pengawas, serta jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Dalam pemaparannya, Direktur Utama PD Agro Selaparang, Sabar, menegaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

"Berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Dewan Pengawas, serta kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, PD Agro Selaparang mampu menjalankan operasional usaha secara optimal di tengah berbagai dinamika," ujar Sabar.

Berdasarkan data audit finansial yang dipaparkan, PD Agro Selaparang berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif.

Pendapatan Kotor Terealisasi sebesar Rp2.093.361.697, Beban Operasional Sebesar Rp2.639.936.232 (termasuk efisiensi dan penyeimbangan anggaran), Laba Bersih Setelah Pajak Mencapai Rp214.485.855. Angka ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 34,58% dibandingkan laba bersih tahun 2024, Pertumbuhan Aset Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan meroket menjadi Rp14.260.345.024, meningkat 25% (naik sebesar Rp2.440.681.140) dari tahun 2024 yang bernilai Rp11.819.663.884, dan Kontribusi PAD Atas keuntungan tersebut, PD Agro Selaparang menyetor dividen kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur sebesar Rp117.967.220.

Guna memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG), PD Agro Selaparang sepanjang tahun 2025 telah melakukan 12 langkah pembenahan internal dan optimalisasi aset, antara lain:
1. Perbaikan Armada: Peremajaan kendaraan operasional (truk pupuk, mobil box es balok, box garam, dan kendaraan dinas).
2. Revitalisasi Pabrik Es Balok: Perbaikan mesin kompresor, radiator, dan pengadaan cetakan baru, berimplikasi pada lonjakan pendapatan dari agen di Tanjung Luar.
3. Renovasi Gudang Garam Beryodium: Pemasangan keramik dinding dan lantai demi memenuhi standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari BPOM Mataram dan standar SNI.
4. Keamanan & Digitalisasi: Pemasangan CCTV di seluruh titik strategis pabrik/gudang, serta digitalisasi pelaporan pembukuan secara real-time.
5. Penyelesaian Kewajiban: Menuntaskan tunggakan pajak periode 2019–2021 sebesar Rp600 juta, serta menyelesaikan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan (2022–2025) senilai Rp18,8 juta.

Menangkap Peluang Emas: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) & Hilirisasi
Menatap masa depan, PD Agro Selaparang bergerak taktis mengambil peluang dari program nasional Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kami sudah merangkul 22 SPPG dari total 200 SPPG yang ada di Lombok Timur untuk menyuplai tiga kebutuhan dasar: beras kemasan, air minum galon/kemasan, dan ikan nila segar," ungkap Sabar.

Untuk kebutuhan air galon saja, PD Agro Selaparang menyuplai 3.260 galon dan 840 dus Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) per bulan untuk SPPG, di luar 37 pelanggan tetap umum yang menyerap 6.200 dus per bulan. Sementara untuk komoditas ikan nila, perusahaan menyuplai rata-rata 6 ton ikan per minggu untuk 6 SPPG, memaksimalkan potensi 6 kolam besar dan 4 kolam kecil yang dikelola mandiri dari pembibitan hingga panen.

Selain itu, langkah strategis lainnya meliputi Kerjasama Internasional/Antar-Daerah: Membangun kemitraan di NTT untuk menjadi supplier bahan bakar cangkang kemiri bagi pabrik hilirisasi porang milik Pemkab Lombok Timur.

Kemitraan Surabaya dengan membuka kembali jalur kemitraan dengan pabrik pakan ternak/ikan di Surabaya sebagai supplier jagung pipilan, dengan sistem barter bahan baku menjadi pakan jadi dan bibit.

Ketua Dewan Pengawas PD Agro Selaparang, H. Muh. Cianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi direksi yang mampu mencatatkan tren pertumbuhan laba di atas 34%. Meski demikian, ia mengingatkan agar manajemen terus memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kompetensi SDM, serta melakukan efisiensi biaya operasional agar perusahaan semakin kompetitif.

Merespons laporan tersebut, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengapresiasi perubahan positif dan kemajuan berpikir jajaran direksi yang kini mengelola kolam dan aset secara mandiri ketimbang menyewakannya seperti pola lama. Namun, Bupati H. Iron panggilan akrabnya memberikan catatan kritis terkait pengelolaan piutang.

"Konsentrasi  adalah piutang yang belum tertagih. Bentuk tim khusus penagih hutang. Tagih mereka yang wajar ditagih. Tetapi, jika utang itu ada pada masyarakat yang sangat miskin (Desil 1 data Dinas Sosial), halalkan dia, hapus dia! Jangan menagih orang miskin, kita harus kasihan. Namun ingat, transparansi harus dipraktikkan, jangan ada yang masuk saku kiri-kanan," tegas Bupati H. Iron secara blak-blakan.

Bupati H. Iron juga menyoroti sinergi antara PD Energi Selaparang dan PD Agro Selaparang sebagai dua sisi mata uang yang harus terintegrasi. Energi Selaparang fokus memproduksi, sedangkan Agro Selaparang menjadi menyerap dan memasarkannya, sehingga menutup celah manipulasi data.

Terkait permintaan tambahan penyertaan modal dan armada yang diajukan direksi untuk mendukung ekspansi bisnis AMDK dan mesin es kristal, Bupati H. Iron memberikan lampu hijau, namun dengan orientasi modernisasi yang jelas.

"Pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran senilai Rp1,5 miliar untuk membangun Greenhouse modern. Fasilitas ini akan menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti buah-buahan dan cabai dengan sistem pengairan modern demi mengatasi inflasi dan cuaca ekstrem. Ini harus menjadi percontohan bagi masyarakat," pungkas Bupati H. Iron. (rs)