LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Suasana Festival 1 Muharram 1448 Hijriah di Lapangan Porda Selong, mendadak meriah. Penampilannya bukan dari artis ibu kota, tapi dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Selong. Lewat musik tradisional Cilokak dan band binaan, WBP unjuk bakat dan dapat sambutan hangat warga. (Sabtu 20/6/2026).
WB Lapas Selong saat tampil di festival Muharram
Keikutsertaan ini atas undangan Bupati Lombok Timur untuk memeriahkan Tahun Baru Islam bersama masyarakat. Sekaligus jadi bukti nyata program pembinaan kepribadian di Lapas Selong berjalan.
Sebanyak 8 WBP tampil membawakan kesenian musik tradisional Cilokak. Irama dan syairnya kental budaya lokal Lombok, bikin penonton ikut bertepuk tangan.
Tak kalah menarik, 5 WBP lain yang tergabung dalam grup band binaan Lapas membawakan sejumlah lagu hiburan. Kolaborasi tabuhan tradisional dan petikan gitar listrik itu sukses “curi perhatian” pengunjung yang memadati Lapangan Porda.
Kepala Lapas Selong hadir langsung memantau bersama jajaran pejabat struktural: Kasi Binadik dan Giatja, Kasubsi Registrasi, Kasubsi Keamanan, serta tim pengawalan. Sepanjang acara petugas siaga penuh untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Partisipasi WBP ini bukan sekadar tampil. Bagi Lapas Selong, panggung Festival 1 Muharram jadi ruang aktualisasi minat dan bakat secara positif. Tujuannya dua: bangun rasa percaya diri warga binaan dan siapkan mereka untuk kembali berbaur, diterima, dan produktif di masyarakat saat bebas nanti.
Lewat seni, tembok lapas seolah “dibuka” sesaat. WBP dan warga duduk satu lapangan, menikmati musik yang sama. Kebersamaan itu yang jadi pesan utama peringatan 1 Muharram.

