Daftar Isi [Tampil]

Sekda Lombok Timur, H. Muhammad JuaininTafik  saat memasangkan rompi petugas sensus didampingi kepala BPS Lombok Timur Sri Endah Wardanti.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Sensus Ekonomi 2026 sudah dimulai di Lombok Timur (Lotim). Sejak 15 Juni 2026, 1.336 petugas sensus turun langsung dari rumah ke rumah untuk mendata seluruh usaha warga, dari pedagang kaki lima sampai perusahaan besar. Pendataan akan berlangsung sampai 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Lotim. Menurutnya, data akurat dari sensus ini jadi kunci pemerintah daerah bikin kebijakan pembangunan yang benar-benar nyambung sama kondisi riil masyarakat.

“Kami himbau warga Lotim menerima petugas sensus dan jawab dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya. Data Bapak/Ibu dijamin rahasianya, tidak akan dipakai untuk pajak atau bantuan sosial,” tegas Sri Endah, disela acara Card free day di taman Rinjani Selong. Ahad (21/6/2026).

Hal senada disampaikan Sekda Lotim Juaini Taofik. Ia minta masyarakat terbuka saat didata dan petugas lebih sabar. 

“Kalau datang ke rumah, jangan 1-2 menit langsung pergi. Bisa jadi pemiliknya lagi masak di belakang. Petugas harus tekun,” ujar Juaini.

Juaini juga meluruskan mispersepsi warga. Banyak yang mengira sensus itu ada bantuan sembako. Padahal ini murni pencatatan data ekonomi. 

“Kalau punya 2 sapi ya jawab 2 sapi. Jangan diganti jadi 2 kambing biar dikira kurang mampu. Data harus apa adanya,” contohnya.

Tantangan lain musim panen tembakau. Banyak warga di luar rumah. Petugas diminta fleksibel, datangi rumah tetangga dulu kalau responden belum ada.

Mayoritas warga Lotim, sekitar 87%, tinggal di desa. Kondisi ini justru jadi keuntungan karena komunikasi sosial di desa dinilai lebih mudah dibanding kota. 

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nanti akan jadi dasar Pemkab Lotim menyusun program pembangunan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat. BPS Lotim juga menggandeng Kominfo, TV daerah, dan media lokal untuk memviralkan pentingnya sensus ini.

Jadi, kalau ada petugas BPS datang dengan rompi dan tanda pengenal resmi, sambut baik ya. 5 menit Bapak/Ibu jawab, data Lotim jadi lebih akurat untuk 5 tahun ke depan. (RS/Toni)