Daftar Isi [Tampil]

Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Anggota Polsek Pringgabaya, Polres Lombok Timur, Bripka Agus Salim saat melihat kondisi Bapak Zainuddin dan merujuknya ke RSUD R. Soedjono Selong.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Tiga hari. Itulah berapa lama Bapak Zaenudin, 50-an tahun, bertahan di ruang rawat Puskesmas Labuan Lombok tanpa satu pun keluarga yang mendampingi. Tubuhnya bengkak akibat penyakit pembengkakan jantung, tapi ia menanggung sakit itu sendirian. Hingga Jumat siang (12/6/2026) pukul 11.05 WITA, kabar itu sampai ke telinga Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Anggota Polsek Pringgabaya, Polres Lombok Timur, Bripka Agus Salim.

Tanpa pikir panjang, polisi yang akrab disapa masyarakat itu langsung meluncur ke Puskesmas. Bukan untuk razia atau patroli, tapi untuk menjenguk sesama manusia yang sedang terpuruk.

Kepada awak media, Bripka Agus Salim menceritakan kronologi yang ia terima dari pihak Puskesmas. Zaenudin, warga asli Sumbawa, pernah menikah dan tinggal di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya. 

"Menurut info, beliau ini dulunya sempat berkeluarga di Gunung Malang. Tapi karena sakit, istrinya pergi. Kabur. Anaknya juga tidak ada yang mendampingi," ujar Bripka Agus dengan nada prihatin.

Bayangkan. Sakit jantung sampai badan bengkak, dirawat 3 hari, tapi tak ada tangan yang mengusap dahi, tak ada suara yang membisik "sabar Pak". Hanya perawat dan sesama pasien yang menemaninya.

Melihat kondisi itu, Bripka Agus Salim tak bisa tinggal diam. Sebagai Bhabinkamtibmas, tugasnya memang bukan hanya menjaga keamanan. Tapi juga menjaga kemanusiaan. 

"Siang ini saya berinisiatif datang dan menjenguk. Saya ngobrol sebentar sama beliau. Kasihan, Pak Zaenudin ini orangnya pendiam," tuturnya.

Kondisi Zaenudin tidak bisa ditangani lebih lanjut di Puskesmas Labuan Lombok. Dokter memutuskan ia harus dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong untuk mendapat perawatan intensif.

Masalahnya, prosedur rujukan butuh penanggung jawab. Sementara keluarga tak ada yang bisa dihubungi.

Di titik inilah Bripka Agus Salim maju. Ia menyatakan diri sebagai penanggung jawab dan bersedia mendampingi Zaenudin sampai ke RSUD Selong.

"Alhamdulillah siang ini beliau akan dirujuk ke RSUD Selong. Saya yang dampingi sebagai penanggung jawab, sampai ada keluarga yang bisa dihubungi atau ada pihak lain yang membantu," tegasnya.

Langkah Bripka Agus ini bukan perintah dinas. Ini panggilan hati. Di tengah tugas rutin menjaga Kamtibmas, ia memilih hadir untuk 1 orang yang dilupakan dunia.

Kisah Pak Zaenudin membuka luka lama kita bersama. Berapa banyak lansia, orang sakit, atau warga miskin yang "hilang" saat paling butuh? Saat sehat, dikelilingi orang. Saat sakit parah, ditinggal pergi.

Penyakit pembengkakan jantung yang diderita Zaenudin memang butuh perawatan serius. Badan bengkak, sesak, lemas. Tanpa pendamping, urusan administrasi rumah sakit saja bisa jadi tembok tinggi.

Bripka Agus Salim berharap, lewat pemberitaan ini ada keluarga, kerabat, atau siapapun yang mengenal Pak Zaenudin untuk segera menghubungi Puskesmas Labuan Lombok atau RSUD Selong. 

"Beliau orang Sumbawa. Mungkin masih ada keluarga di sana. Kalau ada yang kenal, tolong kabari. Biar beliau tidak merasa sendirian," pintanya.

Aksi Bripka Agus Salim ini jadi pengingat. Polisi bukan hanya penegak hukum dengan borgol dan tilang. Ada polisi yang bajunya basah keringat karena menggendong lansia jatuh. Ada polisi yang rela jadi penanggung jawab pasien tak dikenal.

Di Desa Bagik Papan, masyarakat sudah kenal Bripka Agus sebagai sosok yang dekat dengan warga. Tapi hari ini, ia menunjukkan arti "mengayomi" yang sesungguhnya.

Untuk Pak Zaenudin, semoga perawatan di RSUD Selong berjalan lancar. Semoga sakitnya cepat sembuh. Dan semoga, di ujung lorong rumah sakit itu, ada kabar baik keluarganya datang menjemput.

Karena sakit paling perih bukan di jantung yang bengkak. Tapi di hati yang merasa sendirian.

Jika ada pembaca yang mengenal atau memiliki informasi tentang keluarga Bapak Zaenudin, warga Sumbawa yang pernah tinggal di Gunung Malang Pringgabaya, dapat menghubungi Puskesmas Labuan Lombok atau Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan Bripka Agus Salim. (RS/Toni)