![]() |
| Proses bedah rumah anggota Polres Lombok Timur. |
Gerakan ini sederhana tapi menusuk: memperbaiki atap yang bocor, dinding yang retak, dan fasilitas yang kurang layak. Tujuannya satu, personel tenang dinas, keluarga nyaman di rumah.
Kapolres menegaskan, kesejahteraan personel adalah modal utama pelayanan. Rumah dinas yang nyaman bukan sekadar tempat tinggal. Itu “markas kecil” tempat anggota mengisi energi sebelum kembali mengabdi ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan rumah dinas yang lebih layak, nyaman, dan representatif dapat mendukung anggota dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dengan optimal,” ujar Kapolres Lotim.
Kasi Humas Polres Lotim Iptu Lalu Rusmaladi menyebut bedah rumah ini punya 2 sisi. Pertama, memperbaiki fisik bangunan. Kedua, membangun mental kebersamaan.
“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk terus memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian di lingkungan Polri. Personel yang sejahtera akan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Iptu Lalu Rusmaladi.
Para anggota dan keluarga yang rumahnya dibedah tampak sumringah. Ada yang bantu angkut material, ada yang siapkan kopi untuk tim kerja. Suasana gotong royong Bhayangkara terasa kental.
Rangkaian HUT Bhayangkara Polres Lotim tahun ini memang menonjolkan sisi humanis. Setelah anjangsana ke purnawirawan, kini giliran membenahi rumah dinas anggota aktif.
Pesan Kapolres jelas: mau melayani masyarakat dengan baik, mulai dari mensejahterakan anggota sendiri. Rumah yang layak membuat personel fokus, tidak lagi cemas soal bocor saat hujan atau listrik konslet.
Di usia ke-80, Polri Lotim ingin membuktikan. Bhayangkara bukan cuma soal patroli dan penindakan. Bhayangkara juga soal peduli, soal memastikan adik-adiknya punya tempat pulang yang layak setelah seharian mengayomi masyarakat.


