LOMBOK TENGAH - Radarselaparang.com || Kafilah Kabupaten Lombok Timur menorehkan prestasi membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB. Dengan total nilai 177, Lombok Timur (Lotim) berhasil menempati posisi Juara Umum II, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. 
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang hadir langsung pada acara penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB.
MTQ XXXI berlangsung di Bencingah Masmirah, Kabupaten Lombok Tengah, dan ditutup secara resmi pada Senin, 15 Juni 2026. Tuan rumah Lombok Tengah keluar sebagai Juara Umum I dengan perolehan nilai 245.
Keberhasilan ini menjadi lompatan signifikan bagi Lombok Timur. Pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, kafilah Lotim hanya berada di posisi ke-7. Kenaikan lima peringkat tersebut disambut antusias oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang hadir langsung pada acara penutupan.
"Atas kegigihan LPTQ, kegigihan juga dari para peserta yang mau belajar dan berlatih," ungkap Bupati Haerul Warisin.
"Mudah-mudahanlah ke depan akan semakin baik lagi," imbuhnya.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, pengurus LPTQ, serta masyarakat Lombok Timur yang terus mendoakan dan mendukung kafilah daerah.
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan dana apresiasi sebesar Rp1 miliar akan diserahkan kepada LPTQ Lotim.
Bupati menegaskan prestasi ini tidak membuat Lombok Timur berpuas diri. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar capaian ke depan semakin meningkat.
“Pelaksanaan MTQ ini telah memberikan gambaran sehingga ke depan Pemda dan LPTQ mengetahui apa yang akan dilakukan untuk terus meningkatkan prestasi,” tegasnya.
Penutupan MTQ XXXI dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri. Wagub menyerahkan langsung piala Juara Umum kepada Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam arahannya, Wagub mengingatkan bahwa esensi MTQ tidak hanya mencari juara. Ajang ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat NTB tentang pentingnya menanamkan pendidikan Al-Quran di tengah kemajuan zaman.
“Al-Quran menjadi benteng yang sangat baik bagi generasi-generasi Islami yang akan mewarisi estafet pembangunan. Esensi kompetisi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan wadah pemersatu yang mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara masyarakat NTB,” ujarnya.
Melihat potensi para peserta, Wagub optimis para juara yang lahir malam itu tidak hanya bersinar di tingkat provinsi, tetapi juga siap menjadi duta yang mengharumkan nama NTB di kancah nasional.
Wagub juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-NTB, panitia, aparat keamanan, serta masyarakat. Ia berharap NTB kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional.
Dengan semangat "Lotim lebih baik”, prestasi Juara Umum II MTQ XXXI diharapkan menjadi pijakan untuk mencetak qari-qariah terbaik yang membawa harum nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (RS/Toni)

