LOMBOK UTARA, Radarselaparang.com || Suasana haru dan bangga menyelimuti Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara. Empat pegawai resmi dikukuhkan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil dan dilantik sebagai Pejabat Fungsional Penata Pertanahan Ahli Pertama. Momen ini menjadi titik awal pengabdian baru mereka melayani masyarakat KLU.
Empat pegawai ATR/BPN KLU resmi dikukuhkan sebagai PNS dan dilantik sebagai Pejabat Fungsional Penata Pertanahan Ahli Pertama
Segenap Keluarga Besar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan tersebut. Ucapan itu bukan sekadar seremoni, tapi bentuk dukungan penuh kepada ASN baru yang akan menjadi garda terdepan pelayanan pertanahan di Gumi Tioq Tata Tunaq.
Berdasarkan rilis resmi Kantah KLU, empat pegawai yang dilantik adalah:
1. I Gede Yudiana, S.H. – Penata Pertanahan Ahli Pertama
2. Muhamad Imam Pribadi, S.Tr. – Penata Pertanahan Ahli Pertama
3. Syaharbanu Alivia, S.A.P. – Penata Pertanahan Ahli Pertama
4. Rifqi Rizaldy Prabaswara, S.Si. – Penata Pertanahan Ahli Pertama
Jabatan fungsional Penata Pertanahan merupakan ujung tombak teknis pertanahan. Tugas mereka mulai dari pengukuran, pemetaan, pendaftaran tanah, hingga penyelesaian sengketa. Di Lombok Utara yang masih banyak memiliki persoalan sertipikat dan tapal batas, peran mereka sangat vital.
Kepala Kantor ATR/BPN Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, S.H., M.H., menyampaikan pesan langsung kepada ASN yang baru dilantik. Ia berharap semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.
"Teruslah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat serta menjadi ASN yang berAKHLAK dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas," tegas Shaleh.
Kalimat "berAKHLAK" bukan basa-basi. Itu adalah core values ASN yang dicanangkan Kementerian PAN-RB: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Untuk Kantah KLU, nilai ini jadi kompas saat melayani ribuan pemohon sertipikat, PTSL, maupun validasi data tanah.
Bagi keempat ASN, pelantikan ini adalah hasil dari proses panjang. Mulai seleksi CPNS yang ketat, masa prajabatan, hingga penilaian kinerja. Kini status mereka berubah dari calon menjadi definitif.
Perubahan status ini sekaligus menambah beban tanggung jawab. Masyarakat Lombok Utara kini menaruh harapan lebih besar di pundak mereka. Mulai dari kepastian hukum tanah, percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap, sampai pelayanan yang ramah tanpa pungli.
Motto Kantah KLU "MELAYANI. PROFESIONAL. TERPERCAYA" kini punya 4 duta baru. Dengan latar belakang pendidikan hukum, teknik, dan administrasi publik, kombinasi tim ini diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan pertanahan di daerah utara Pulau Lombok.
Kabupaten Lombok Utara masih terus berbenah pascagempa 2018. Banyak data pertanahan yang harus ditata ulang. Kehadiran ASN fungsional baru diharapkan bisa mempercepat program-program strategis ATR/BPN seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dan digitalisasi layanan.
Keluarga Besar Kantah KLU berharap, semangat baru dari 4 ASN ini menular ke seluruh jajaran. Bukan hanya bekerja, tapi mengabdi. Bukan hanya melayani, tapi memuliakan pemohon yang datang.
"Selamat bertugas I Gede Yudiana, Muhamad Imam Pribadi, Syaharbanu Alivia, dan Rifqi Rizaldy Prabaswara. Amanah sudah di tangan. Integritas dan pengabdian adalah jawabannya," tutup Shaleh. (RS/Toni)

