MATARAM - Radarselaparang.com || Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Indonesia NTB menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komitmen itu diiringi kesiapan jadi cooling system di tengah masyarakat Lombok.
M. Zaini, Direktur LSM Garuda Indonesia NTB.
Pernyataan disampaikan Direktur LSM Garuda Indonesia NTB, M. Zaini, di Mataram. Pihaknya siap mendukung setiap program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
"Visi dan misi yang diusung Presiden Prabowo dan Wapres Gibra, kami yakin akan membawa kemajuan, kesejahteraan, serta keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya NTB,” tegas Zaini, pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Zaini, pembangunan nggak akan jalan kalau kondisi sosial nggak aman. Karena itu ia mengajak warga jaga persatuan dan nggak gampang terprovokasi.
“Maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi berpotensi mengganggu stabilitas daerah. Masyarakat harus bijak menyikapinya,” katanya.
Ia menekankan Pulau Lombok sebagai destinasi pariwisata prioritas butuh rasa aman. Stabilitas jadi kunci buat jaga kepercayaan wisatawan dan investor.
LSM Garuda NTB juga menyatakan siap berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan pemda. Targetnya: mencegah konflik sosial dan jaga ketertiban.
“Selain mendukung program pusat, kami siap jadi cooling system. Mendorong informasi benar, menangkal berita bohong, dan bantu jaga keamanan di wilayah NTB, khususnya Lombok,” ujar Zaini.
Organisasi ini juga mau jadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga. “Jangan sampai muncul anggapan pemerintah anti kritik. Aspirasi warga harus tersalur dengan baik dan damai,” tambahnya.
Zaini menilai sinergi pemerintah, aparat, ormas, dan masyarakat adalah modal penting. Iklim investasi sehat dan sektor pariwisata kuat hanya bisa lahir kalau daerah kondusif.
“Mari kesampingkan perbedaan dan fokus pada pembangunan. Dukungan kita ke pemerintah dan komitmen jaga kondusivitas adalah wujud nyata cinta pada daerah dan NKRI,” pungkasnya. (rs/Toni)

