Daftar Isi [Tampil]

Ribuan pemuda dari seluruh Indonesia berkumpul di Badan Pengembangan SDM Kementerian ATR/BPN untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027
BOGOR Radarselaparang.com || Semangat mengabdi mewarnai Cikeas, Ribuan pemuda dari seluruh Indonesia berkumpul di Badan Pengembangan SDM Kementerian ATR/BPN untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Jumat (3/7/2026). 

Mereka datang bukan mencari gaji besar. Tapi membawa satu tekad yakni menjadi penjaga tanah dan penata ruang Indonesia.

Dari 2.114 peserta, nama Aditya Rahman (17) asal Bandung mencuri perhatian. Memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Aditya punya alasan sederhana tapi kuat.

“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujarnya usai ujian.

Bagi Aditya, potensi wilayah Indonesia sangat besar. Sayang jika tidak ditata dengan baik. Demi cita-cita itu, ia sudah belajar mati-matian: matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga rajin bertanya ke senior STPN.

Soal ujian? “Cukup menantang. Banyak soal narasi yang menuntut kita lebih teliti,” akuinya.

Semangat yang sama menyala di mata Malika Putri Aprilia Permana (18) asal Karawang. Ia memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).

“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” kata Malika.

Sejak kelas XII, Malika sudah disiplin latihan soal setiap hari. Tantangan terbesarnya bukan materinya, tapi melawan rasa takut pada diri sendiri.

“Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri,” pungkasnya. 

SPTB Politeknik Agraria STPN 2026/2027 digelar 1-4 Juli 2026 di Kampus STPN Yogyakarta, dan 2 Juli 2026 di BPSDM Kementerian ATR/BPN Cikeas, Bogor.

Ini baru tahap awal. Bagi yang lolos, masih ada 3 "gerbang neraka" lagi yakni tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara. Baru setelah itu mereka berhak memakai jaket biru kebanggaan taruna STPN.

Politeknik Agraria STPN sendiri adalah pabriknya SDM pertanahan dan tata ruang di bawah Kementerian ATR/BPN. Lulusannya kelak menjadi garda depan dalam sertipikasi tanah, penataan ruang, hingga pencegahan konflik agraria.

Di tengah tren anak muda mengejar kerja kantoran, 2.114 peserta ini memilih jalan berbeda. Mereka rela bersaing ketat demi mengabdi. Seperti kata Aditya dan Malika: tanah bukan sekadar komoditas, tapi masa depan bangsa. (*)