![]() |
| Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini. |
Hal itu disampaikan Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, mengatakan menilai OTT di Lombok Barat merupakan bukti keberanian KPK. Tetapi masyarakat NTB kini menunggu langkah lebih besar dari lembaga antirasuah itu.
"Kami mengapresiasi langkah KPK melakukan OTT di Lombok Barat. Tetapi jangan sampai KPK hanya terlihat berani pada kasus-kasus yang relatif mudah. Rakyat ingin melihat keberanian KPK mengusut kasus-kasus besar yang merugikan keuangan negara dalam jumlah sangat besar," kata Zaini.di Mataram, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan KPK tidak bisa diukur dari banyaknya OTT. Tolok ukurnya adalah kemampuan membongkar korupsi yang terstruktur, menyelamatkan uang negara, dan memberikan kepastian hukum.
LSM Garuda menyoroti sejumlah dugaan korupsi di NTB yang hingga kini belum ada kejelasan hukumnya. Tiga di antaranya Dugaan penyimpangan Belanja Tidak Terduga (BTT) NTB yang disebut bernilai ratusan miliar rupiah, Dugaan penyimpangan pengadaan Chromebook di Lombok Timur, dan Dugaan suap yang menyeret sejumlah anggota DPRD NTB.
"Jangan hanya berani menangkap pejabat ketika ada transaksi tunai. Beranilah membongkar korupsi yang merugikan negara ratusan miliar rupiah, meskipun melibatkan aktor-aktor besar. Itulah yang ditunggu masyarakat NTB," tegasnya.
Zaini menekankan, seluruh perkara harus diproses berdasarkan alat bukti, tanpa pandang jabatan maupun kepentingan politik.
Ia berharap OTT di Lombok Barat bisa menjadi pintu masuk KPK untuk mengusut tuntas perkara-perkara lain yang selama ini menjadi sorotan publik.
"Masyarakat NTB tidak membutuhkan penegakan hukum yang selektif. Yang dibutuhkan adalah keberanian, konsistensi, dan komitmen bahwa tidak ada satu pun pelaku korupsi yang berada di atas hukum," pungkas Zaini.
Pernyataan LSM Garuda ini muncul di tengah harapan publik NTB agar KPK konsisten mengusut tuntas kasus-kasus besar, tidak hanya yang terbukti di lapangan saat OTT.


