![]() |
| Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, saat melaunching Portal Perlinsos. |
Kegiatan dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi kepada seluruh agen dan unsur masyarakat yang terlibat. Ia menyebut para agen memiliki peran penting dalam mensosialisasikan sekaligus membantu masyarakat memahami penggunaan sistem digital dalam pendataan bantuan sosial.
Ia juga menyampaikan terima kasih karena pemerintah pusat menunjuk Lombok Timur sebagai salah satu dari 43 kabupaten atau kota percontohan transformasi digitalisasi bantuan sosial di Indonesia. Kepercayaan itu, kata dia, menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas tata kelola data sosial melalui teknologi digital.
"Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang mulia. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk melakukan pemutakhiran data," tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak bekerja bersama menyukseskan program tersebut. Menurutnya, pendataan masyarakat bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga bentuk pengabdian dan amal sosial.
Dalam laporannya, Sekda H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan Lombok Timur ditetapkan sebagai daerah pilot project transformasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos. Langkah ini merupakan upaya mempercepat pendaftaran masyarakat agar dapat mengakses dan mengaplikasikan sistem digitalisasi perlindungan sosial.
Sebanyak 2.576 agen Perlinsos dilibatkan. Jumlah itu terdiri dari ASN PNS dan PPPK penuh maupun paruh waktu sebanyak 1.243 orang, pendamping Program Keluarga Harapan 333 orang, TKSK 16 orang, LKS 143 orang, PSM 137 orang, unsur pemerintah desa 254 orang, kepala lingkungan atau kader 400 orang, dan FKDM 50 orang.
Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pendataan terhadap sekitar 140.000 kepala keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Setelah itu akan dilanjutkan pemutakhiran data untuk sekitar 501.140 KK di seluruh wilayah Lombok Timur."Tujuannya untuk mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, dan semakin akuntabel," ujar Sekda.
Usai apel, agen yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital diarahkan melakukan aktivasi melalui layanan Dukcapil Lombok Timur. Selain itu perwakilan OPD yang ditunjuk mengikuti Training of Trainers untuk memahami cara mengoperasikan aplikasi dan sistem di Portal Perlinsos.
Dengan digitalisasi ini, Pemkab Lombok Timur berharap proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial berjalan lebih cepat, akurat, transparan, dan dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (RS)



