![]() |
| Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menyambut kedatangan Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja. |
Wakil Bupati, Ketua Baznas Lotim, dan Forkopimda turut mendampingi.
Momen ini terasa cair. Bupati Haerul menyambut kedatangan Kapolda dengan penuh kehangatan.
Di hadapan hadirin, Kapolda menyampaikan atensi khusus soal Sembalun. Kawasan wisata andalan Lotim itu diminta untuk terus dijaga kelestariannya.
Bupati langsung merespons. Tanpa basa-basi ia menyebut itu sebagai pekerjaan rumah besar Pemda.
"Ini menjadi PR besar kita untuk tetap menjaga," tegas Bupati Warisin.
Jawaban singkat itu jadi bukti sinergi antara jajaran kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan sekaligus keberlanjutan pariwisata.
Bupati juga memanfaatkan momen ini untuk bercerita tentang perkembangan Baznas Lotim.
Dulu saat masih bernama Bazda, zakat hanya dari guru dan ASN. Penyaluran santunannya setahun sekali saat Lebaran.
Sekarang berbeda. Berkat dukungan berbagai pihak termasuk Kepolisian, TNI, dan pengusaha, zakat bisa dihimpun lebih luas. Imbasnya, santunan bisa disalurkan sebulan sekali atau dua bulan sekali.
"Dulu setahun sekali. Sekarang bisa lebih sering. Ini berkat kebersamaan kita semua," ujar Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati juga bicara blak-blakan soal kondisi Lotim.
Angka kemiskinan masih 13,43%. Tapi di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Lotim tercatat 7,83%.
"PR kita adalah memastikan pertumbuhan ini diikuti dengan penurunan kemiskinan," harapnya.
Usai penyerahan santunan secara simbolis oleh Kapolda dan Bupati, acara ditutup dengan doa bersama.
Kapolda kemudian melanjutkan kunjungan kerja ke Mapolres Lombok Timur.
Hari itu, pesan yang paling kuat terdengar: menjaga Lotim aman adalah tugas Polda. Mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan warga adalah tugas Bupati. Dan ketika keduanya jalan bareng, hasilnya langsung dirasakan masyarakat.


