Daftar Isi [Tampil]

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 tingkat Kabupaten Lombok Timur 
LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Peringatan Hari Anak Nasional 2026 tingkat Kabupaten Lombok Timur berlangsung meriah di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dengan mengusung tema "Petualangan Dunia Literasi Anak atau PELITA", kegiatan ini memadukan konsep bermain, belajar, dan bergembira sebagai upaya menanamkan budaya literasi sejak dini. Kamis (23/7/2026). 

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang hadir membuka acara menegaskan pemilihan lokasi di perpustakaan bukan tanpa alasan. Menurutnya gagasan itu muncul dari diskusi santai yang kemudian dikembangkan menjadi konsep utama HAN tahun ini. 

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Human Library. Anak-anak dan masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan berbagai profesi seperti dokter, pemadam kebakaran, anggota kepolisian, hingga pustakawan yang berperan sebagai "buku hidup" untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Wabup Edwin juga mengingatkan pentingnya literasi di era digital. Penggunaan handphone yang masif harus diimbangi dengan budaya membaca dan aktivitas positif agar anak tidak terpapar dampak negatif layar berlebihan. Ia mengaitkan penguatan literasi dengan isu prioritas daerah seperti pencegahan perkawinan anak dan percepatan penurunan stunting. 

"Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi program berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan H. Mugni menjelaskan, HAN di perpustakaan juga untuk mengejar Indikator Kinerja Utama dinas. Target keanggotaan minimal 2 persen dari 1,4 juta penduduk Lotim atau sekitar 28 ribu orang. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari membuka aula untuk kegiatan pelajar dan mahasiswa 6 hari dalam seminggu hingga strategi pelayanan yang optimal.

Hasilnya sudah terlihat. Target kunjungan RPJMD 9.000 orang per tahun telah terlampaui. Pada April 2026 kunjungan mencapai 11.000 orang, dan sepanjang 2025 totalnya sekitar 43.000 orang. Capaian itu juga mengantarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim meraih akreditasi.

Dalam rangkaian HAN 2026, panitia mengundang 15 taman kanak-kanak dengan sekitar 200 anak. Tersedia zona membaca, menulis, mendongeng, permainan edukatif, tarian tradisional, penampilan pendongeng cilik tingkat nasional, hingga stand-up komedi remaja.

Melalui PELITA, Pemkab Lotim berharap perpustakaan benar-benar menjadi ruang belajar, bermain, dan berinteraksi yang ramah anak. Acara ditutup dengan ajakan kepada kepala UPT, kepala sekolah, dan orang tua untuk terus memanfaatkan Gedung Pondok Persaudaraan dan perpustakaan demi lahirnya generasi Lotim yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.