KUPANG Radarselaparang.com || Nota Kesepahaman Bali, NTB, NTT sudah ditandatangani. Tapi bagi PMII, itu baru pemanasan. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Bali Nusra datang langsung ke kantor Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kupang. Bukan untuk foto-foto. Tapi untuk menagih dan menawarkan solusi. Rabu (8/7/2026).
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Bali Nusra datang langsung ke kantor Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kupang.
Isinya tajam yakni MoU tiga provinsi harus turun ke tanah. Harus berdampak ke pemuda dan UMKM.
Ketua PKC PMII Bali Nusra, Ahmad Muzakkir, buka suara blak-blakan. Ia dukung penuh kerja sama Bali–NTB–NTT. Tapi ia ingatkan, kalau cuma berhenti di tanda tangan, MoU itu sama saja kertas kosong.
"Keberhasilan kerja sama hanya bisa diwujudkan kalau semua pemangku kepentingan dilibatkan. Organisasi kepemudaan, kampus, dunia usaha, masyarakat sipil. Jangan dikerjakan sendiri-sendiri," tegas Zakkir.
Bagi PMII, kawasan Bali Nusra punya modal besar: potensi ekonomi yang saling melengkapi. Tinggal disatukan. Dan yang paling siap jadi penggeraknya? Generasi muda.
PMII tidak mau hanya jadi kelompok kritis. Mereka mau jadi mitra solusi. Dalam audiensi, Zakkir menyodorkan gagasan agar MoU itu diisi program nyata, terutama untuk kepemudaan berupa Penguatan SDM dengan Pelatihan kepemimpinan pemuda, Pertukaran Kepemudaan agar anak Bali, NTB, NTT saling belajar, Pelatihan & Inkubasi UMKM dengan didampingi dari nol sampai naik kelas, Digitalisasi UMKM agar produk lokal bisa tembus pasar nasional, Riset Kebijakan agar data dari kampus dipakai buat bikin program, dan Ekonomi Kreatif dengan mengarap potensi lokal jadi nilai jual
"Generasi muda harus jadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Mereka harus jadi inovator dan pencipta lapangan kerja," kata Zakkir.
Intinya: jangan lagi kirim pemuda ke luar daerah buat cari kerja. Ciptakan lapangannya di Bali Nusra.
Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik. Ia mengapresiasi inisiatif PMII yang tidak hanya protes, tapi bawa gagasan.
"Pemerintah butuh dukungan mahasiswa sebagai mitra kritis. Yang kasih masukan, sekaligus tawarkan solusi," ujar Gubernur.
Ia menegaskan Pemprov NTT terbuka untuk kolaborasi. Fokusnya sama: perkuat SDM, dorong UMKM tumbuh, dan naikkan daya saing daerah lewat inovasi dan potensi lokal.
Hasil audiensi ini melahirkan komitmen: komunikasi diperkuat, sinergi dikonkretkan. Targetnya program bersama antara Pemprov NTT, PKC PMII Bali Nusra, dan PC PMII Kota Kupang segera jalan.
Bagi PMII Bali Nusra, sinergi tiga provinsi ini bukan cuma agenda pemerintah. Ini momentum.
Momentum untuk membuktikan bahwa pemuda bisa jadi penggerak transformasi. Mewujudkan Bali Nusra yang lebih maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pertanyaannya: seberapa besar ruang yang akan benar-benar dibuka untuk pemuda di dalamnya? Karena kalau pemuda dikuatkan, Bali Nusra otomatis kuat. (RS)

