![]() |
| Bupati H. Haerul Warisin dalam Rapat Koordinasi Kebencanaan bersama Gubernur NTB, Kepala BNPB dan Menteri ATR/BPN di Mataram. |
"Wilayah-wilayah ini sudah langganan kekeringan. Kami berharap BNPB bisa membantu dengan sumur bor agar kebutuhan air masyarakat terpenuhi saat musim kemarau," ujar Bupati Warisin.
Ia juga mengingatkan sejumlah jembatan di Lombok Timur yang putus akibat bencana dan belum diperbaiki. Pemda Lotim sebelumnya telah mengajukan usulan perbaikan jembatan tersebut ke BNPB.
Bupati Warisin menegaskan Pemkab Lotim berkomitmen memastikan ketersediaan air masyarakat. Data BNPB juga mencatat Lombok Timur berada pada Indeks Risiko Bencana kategori sedang, termasuk untuk risiko kekeringan dan kebakaran.
Menjawab itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut usulan Pemkab Lotim sudah masuk ke Kementerian Keuangan dan tinggal menunggu untuk dibahas.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Gubernur NTB L. Muhammad Iqbal dalam rakor yang sama menyebut per 23 Juli 2026 kekeringan telah melanda 9 kabupaten/kota di NTB, termasuk Lombok Timur. Total ada 50 kecamatan dan 134 desa dengan lebih dari 206.000 jiwa terdampak.BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, lebih panjang, dan curah hujan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Karena itu Gubernur mengimbau seluruh kepala daerah menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya seminimal mungkin, terutama bagi petani.
Rakor ditutup dengan penandatanganan kesepakatan usulan lahan pangan berkelanjutan dan penyusunan RTRW Provinsi NTB sebagai bagian mitigasi bencana dan dorongan investasi infrastruktur. (rs/toni)



