
IAIH Pancor saat Visiting Professor bersama dua Profesor UIN Malang
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor terus berkomitmen meningkatkan mutu akademik dan kualitas tenaga pendidiknya. Langkah strategis ini salah satunya diwujudkan melalui gelaran acara Visiting Professor yang berlangsung di Ruang Pertemuan lantai III Kampus IAIH Pancor. Sabtu (18/7/2026).
Acara prestisius ini menghadirkan dua guru besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Hajah Suti’ah, M.Pd. (Ketua Program Studi Doktor UIN Malang) dan Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H. (Guru Besar Hukum Ekonomi UIN Malang).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor 1 IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., beserta seluruh jajaran dosen di lingkungan IAIH Pancor.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kedua narasumber. Ia berharap kehadiran dua guru besar ini mampu melecut semangat para dosen IAIH Pancor untuk meraih gelar akademik tertinggi, yakni Guru Besar (Profesor).
"Guru besar adalah indikator paling nyata dari kesungguhan seorang dosen dalam menjalani profesinya. Syaratnya tentu berkualifikasi doktor dan aktif dalam publikasi jurnal internasional," ujar Dr. Abdul Hayyi.
Ia menambahkan bahwa Perguruan Tinggi Islam, termasuk IAIH Pancor, saat ini tengah gencar menjalankan berbagai kegiatan keilmuan yang dibuktikan melalui banyaknya publikasi ilmiah. Melalui forum ini, ia berharap atmosfer riset, semangat berkarya, dan publikasi jurnal dari dosen IAIH Pancor kian berkobar.
"Harapan kita ke depan, IAIH Pancor akan semakin dikenal luas melalui karya-karya bermutu dosennya yang terpublikasi, baik di jurnal bertaraf nasional maupun internasional," tegasnya.
Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Hajah Suti’ah menekankan bahwa jabatan guru besar merupakan sebuah anugerah yang harus dikejar sekaligus bukti autentik profesionalisme. Menurutnya, esensi dari tugas seorang dosen adalah belajar, menulis, mempublikasikan karya, dan mengabdi secara istiqomah.
"Jabatan guru besar ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan kelembagaan, baik untuk menunjang akreditasi maupun meningkatkan daya tarik kampus di mata masyarakat," jelas Prof. Suti'ah.
Sementara itu, Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H., yang juga merupakan Editor-in-Chief Jurnal Jurisdictie (Jurnal Hukum Ekonomi Syariah UIN Malang yang telah terindeks Scopus Q1), membagikan trik-trik khusus menembus jurnal internasional bereputasi. Ia mengupas tuntas mulai dari cara merancang penelitian yang baik, memilih tema yang strategis, hingga teknik penulisan yang memikat reviewer internasional.
Secara khusus, Prof. Khairul mendorong dosen-dosen IAIH Pancor untuk jeli melihat realitas di sekitar mereka. Menurutnya, wilayah Lombok memiliki kekayaan sosiologis, budaya, dan potensi daerah yang sangat melimpah untuk diangkat menjadi tema-tema penelitian strategis di tingkat dunia.
"Untuk mencapai guru besar, publikasi dalam jurnal scopus adalah syarat utama, termasuk syarat khusus berupa publikasi dua tulisan di jurnal terindeks Scopus," terangnya memberikan motivasi.
Acara Visiting Professor ini diakhiri dengan momentum penting berupa penandatanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara IAIH Pancor dengan UIN Malang. Kerja sama ini difokuskan pada konteks pengembangan kelembagaan serta penguatan publikasi ilmiah bagi dosen-dosen IAIH Pancor.
Menutup rangkaian acara, kedua guru besar dari UIN Malang tersebut menyampaikan harapan besar agar pada kunjungan-kunjungan akademik berikutnya di masa mendatang, mereka sudah bisa disambut dan bertukar pikiran dengan para profesor baru yang lahir dari rahim IAIH Pancor. (rs)

