Daftar Isi [Tampil]

Tim Basarnas Pos SAR Kayangan dan Puskesmas Sembalun saat melakukan evakuasi. 
LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Kabar duka datang dari Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun. Seorang pendaki asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Hamzanwadi (40), meninggal dunia saat mendirikan tenda di area camp, Sabtu (4/7/2026) malam. 

Jenazah almarhum dievakuasi tim gabungan dan tiba di Puskesmas Sembalun pada pukul 00.40 WITA. Tim medis menyatakan Hamzanwadi telah meninggal sejak pukul 19.20 WITA di lokasi camp.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama 4 orang lainnya memulai pendakian via jalur 2 Lendakuta sekitar pukul 16.00 WITA. Rombongan kecil itu terdiri dari Korban, Sabri (41) bersama 2 anaknya Rizki (10) dan Aqila (10), serta anak korban, Khalifi (13).

Pukul 17.33 WITA, Korban Hamzanwadi sempat menghubungi istrinya, Agus Alfiani. Ia mengeluh kelelahan dan dadanya sesak. Sang istri menyarankan untuk turun dan kembali ke basecamp. Namun korban bersikeras melanjutkan karena merasa sudah setengah perjalanan menuju puncak.

Sesampainya di area camp Bukit Savana Dandaun, rombongan mendirikan tenda. Setelah salat, Hamzanwadi muntah-muntah lalu beristirahat di dalam tenda bersama anaknya, Khalifi.

Petaka terjadi saat Sabri menunaikan salat Maghrib. Ia mendengar Khalifi menangis histeris dari dalam tenda sambil memanggil "bapak-bapak". 

Sabri bergegas mengecek dan mendapati Hamzanwadi sudah tak sadarkan diri. Bersama warga camp lain, ia memeriksa denyut nadi dan napas. Hasilnya nihil.

Pukul 19.20 WITA, Sabri menghubungi keluarga dan menyampaikan Hamzanwadi "pingsan" agar keluarga tidak panik, sekaligus meminta bantuan evakuasi. 

Mendapat laporan, piket Polsek Sembalun langsung melakukan monitoring dan koordinasi dengan pengelola Bukit Savana Dandaun. Informasi tersebut dibenarkan pihak pengelola.

Polsek Sembalun kemudian berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kayangan dan Puskesmas Sembalun untuk melakukan evakuasi.

Pukul 21.45 WITA keluarga tiba di basecamp. 5 menit berselang, tim evakuasi pertama berangkat ke lokasi camp. Tim kedua menyusul pukul 22.10 WITA.

Setibanya di tenda, tim kembali memastikan kondisi Hamzanwadi. Denyut nadi tetap tidak ada. Jenazah kemudian ditandu turun menuju basecamp.

Pukul 00.20 WITA tim tiba di basecamp dan langsung melarikan jenazah menggunakan ambulans ke Puskesmas Sembalun. Dokter jaga, Mustiadi, melakukan pemeriksaan luar. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka di tubuh korban. 

Pukul 00.55 WITA, Puskesmas Sembalun menyatakan korban meninggal dunia di area camp sekitar pukul 19.20 WITA. Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga pukul 01.35 WITA dan dipulangkan ke rumah duka di Desa Rempung menggunakan ambulans desa.

Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi atau diabetes. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih memusyawarahkan terkait rencana otopsi. Untuk sementara, keluarga menerima kepergian Hamzanwadi.

Menanggapi kejadian ini, Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, mengimbau para pendaki untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum mendaki. 

Bukit Savana Dandaun via jalur Lendakuta memang dikenal dengan trek yang menanjak dan cuaca yang cepat berubah. Pendaki diimbau untuk membawa pendamping, logistik cukup, dan segera melapor jika merasakan gejala tidak sehat selama pendakian.

"Terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit bawaan. Pastikan membawa obat pribadi, tidak memaksakan diri, dan selalu berkoordinasi dengan pengelola serta petugas di basecamp," imbaunya. (RS/Toni)