LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menginstruksikan pembenahan total data kemiskinan. Langkah ini diambil merespon capaian awal digitalisasi bantuan sosial yang masih berada di angka sekitar 1 persen.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat membuka acara Percepatan Aktivasi Portal Perlindungan Sosial di Pendopo
Instruksi tersebut disampaikan untuk memastikan akurasi data penerima manfaat, bupati mengerahkan seluruh jajaran pejabat daerah hingga 300 relawan pemuda untuk turun langsung ke lapangan.
"Saya baru mengetahui kondisi ini dua malam lalu setelah menerima laporan awal dari dinas terkait yang menyampaikan bahwa prosesnya memang belum bergerak optimal dan masih perlu pembenahan. Ini hal yang wajar di tahap awal, tetapi bapak-ibu BPKP harus yakin bahwa kami di Lombok Timur biasa bekerja cepat," kata Bupati H. Iron sapaan akrabnya saat membuka acara Percepatan Aktivasi Portal Perlindungan Sosial di Pendopo, Kamis (23/7/2026).
Bupati menyebut jumlah penduduk yang besar dan angka kemiskinan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam pendataan. Ia optimis proses pendataan ke depan akan jauh lebih lengkap dan akurat.
Momentum aktivasi portal Perlinsos disebutnya sebagai kesempatan emas untuk menjawab kritik dan tuduhan penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.
"Ini waktu yang sangat tepat untuk kita tuntaskan bersama. Saya akan bertindak tegas, tidak boleh ada lagi data yang abal-abal atau tidak akurat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu ia juga mengutip Surah An-Nisa ayat 58, mengingatkan agar amanah pendataan dijalankan dengan benar.
Untuk mempercepat pembenahan, bupati akan mengumpulkan seluruh pejabat eselon 2 dan 3 serta Koordinator PKH guna memetakan langkah teknis. Satgas dan tim kerja juga akan dibentuk khusus untuk proses verifikasi.
Di akhir sambutan, bupati memberikan apresiasi kepada 300 relawan dan elemen pemuda yang siap bergerak melakukan penataan dan verifikasi data kemiskinan di lapangan.
Pemerintah daerah menargetkan dengan pembenahan menyeluruh ini, penyaluran bantuan sosial di Lombok Timur ke depan bisa lebih tepat sasaran dan akuntabel.

