Lombok Timur Radarselaparang.com || Kalau biasanya Lapas identik dengan jeruji dan rutinitas, di Selong ceritanya beda.Di sana, warga binaan sudah pegang cangkul. Sudah urus ternak. Sudah jadi petani. 
Kalapas Selong, Sudirman saat mengdap Sekda Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik
Orang nomor satu di Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, maju selangkah lagi. Ia bertamu dan menghadap Sekda Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik di ruang kerjanya. Misinya satu bikin program ketahanan pangan di Lapas makin tancap gas. Rabu (8/7/2026) kemarin
Suasana pertemuan cair. Penuh canda, tapi isinya berat. Kalapas memaparkan langsung dapur pembinaan di Pos SAE Menanga Baris.
Jangan bayangkan ini lahan tidur. Di sana sudah jalan program pertanian, peternakan, sampai usaha produktif lain. Semua tujuannya satu: bikin warga binaan mandiri dan mendukung ketahanan pangan daerah.
"Ini investasi jangka panjang. Saat mereka bebas nanti, bekalnya bukan cuma surat bebas. Tapi skill dan mental kerja," kata Sudirman.
Program sudah jalan. Tinggal dorong supaya hasilnya meledak. Ini kalimat kunci yang disampaikan Kalapas ke Sekda.
Sudirman secara terbuka mengajukan bantuan alat dan mesin pertanian, khususnya traktor.
Alasannya logis. Lahan ada. Tenaga ada. Niat ada. Yang kurang cuma alat. Kalau ada traktor, pengelolaan lahan bisa lebih optimal. Hasil panen naik. Pembinaan kemandirian warga binaan makin kuat.
Bukan minta uang. Tapi minta alat produksi. Itu poinnya.
Sekda Juaini Taofik menyambut positif. Baginya ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Ini bentuk nyata sinergi antara Lapas dan Pemkab.
Harapannya, kolaborasi ini bisa terus jalan. Program pembinaan di Lapas Selong tidak berhenti di pagar. Tapi berdampak keluar, ke masyarakat Lombok Timur.
Karena pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya soal sawah di luar. Tapi juga soal lahan produktif di dalam, termasuk di Pos SAE Menanga Baris.
Jeruji boleh membatasi gerak. Tapi tidak membatasi produktivitas. Sekarang publik Lotim tinggal menunggu. Apakah traktor yang diminta itu akan segera menggarap tanah dan mengubah nasib warga binaan di sana. (RS/Toni)

