LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan penanganan stunting menjadi prioritas Pemda. Ia menyebut Lombok Timur saat ini menunjukkan tren perkembangan positif dan berada di jalur yang benar.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Wakil Gubernur NTB H. Indah Dhamayanti melaunching Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026,
Pernyataan itu disampaikan Wabup saat mendampingi Wakil Gubernur NTB H. Indah Dhamayanti melaunching Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026, kegiatan berlangsung di Desa Lendang Nangka Utara. Kamis (2/7/2026).
Menurut Wabup, Pemda Lotim telah mengevaluasi kinerja penanganan dan pencegahan stunting secara berjenjang. Guna memetakan performa daerah, Pemda Lotim telah mengevaluasi kinerja Penanganan dan pencegahan stunting sepanjang tahun 2023, 2024, hingga 2025.
"Hasilnya Lombok Timur menunjukkan tren perkembangan yang positif dan berada di jalur yang benar," ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui Lotim masih masuk zona merah stunting bersama Lombok Utara. Karena itu, akselerasi program dinilai harus lebih terarah.
Strategi utama Pemda ke depan adalah pemanfaatan teknologi data. Lotim akan mengimplementasikan aplikasi terintegrasi dari Kementerian Dalam Negeri.
"Dengan pendampingan khusus dari Pemerintah pusat dan Bank Dunia, diharapkan kinerjanya akan semakin membaik," kata Wabup.
Aplikasi tersebut akan mengompilasi tiga sumber data menjadi satu basis. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat melakukan intervensi stunting secara lebih tepat sasaran.
Pendekatan ini selaras dengan arahan Wagub NTB yang meminta intervensi dimulai dari keluarga, dengan pemetaan rinci calon ibu oleh kepala desa.
Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal menambahkan, konsep intervensi serentak akan dijalankan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
"Persoalan ini bukan sekadar masalah internal Pemerintah Provinsi atau Kabupaten Lombok Timur semata. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat NTB yang lebih berkualitas," tegasnya.
Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Lotim, BKKBN, OPD, Forkopimcam, tokoh wanita dan pemuda, pendamping desa, serta kader posyandu itu juga diisi penyerahan bantuan kursi roda untuk anak-anak difabel. (RS/Toni)

