![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep.Ns., M.Kep. |
Cuaca panas ekstrem dan air bersih yang mulai langka diprediksi akan memicu lonjakan sejumlah penyakit. Warga diminta tidak lengah.
Kepala Dinkes Lotim, H. L. Aries Fahrozi menyebut ada 4 gangguan kesehatan yang paling rawan muncul saat kemarau.
"Kemarau dapat meningkatkan risiko dehidrasi, ISPA, diare akibat kualitas air menurun, penyakit kulit dan lainnya akibat pengelolaan lingkungan yang kurang baik," ujarnya.
Penyebabnya klasik udara kering, debu beterbangan, makanan cepat basi, dan masyarakat terpaksa pakai air seadanya.
Agar tidak jadi korban, Dinkes Lotim mengajak semua warga menerapkan 4 langkah sederhana tapi penting, diantaranya
1. Cukupi Cairan: Minum air mineral yang cukup setiap hari. Jangan tunggu haus
2. Hindari Panas Berlebih: Kurangi aktivitas fisik berat saat matahari sedang terik-teriknya
3. Jaga Makanan & Minuman: Pastikan bersih dan tertutup. Ini kunci cegah diare
4. Bersihkan Lingkungan dengan Buang sampah, jaga saluran air. Lingkungan bersih pasti jauh dari penyakit kulit
"Musim kemarau perilaku hidup bersih dan sehat juga sangat penting," tegas Aries.
Perhatian khusus diberikan kepada 3 kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lansia. Mereka paling cepat terkena dehidrasi dan komplikasinya.
Aries mengimbau, jika sudah muncul gejala jangan ditahan. Masyarakat diimbau memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"ketika mengalami gejala demam tinggi, sesak napas dan penyakit lainnya segera kelayanan kesehatan terdekat," katanya.
Perang melawan dampak El Nino tidak bisa hanya Dinkes. Aries mengajak semua pihak bergerak: pemerintah desa, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat, sampai RT/RW.
Fokusnya 3 hal: jaga kebersihan lingkungan, hemat penggunaan air bersih, dan aktif mengedukasi warga tentang hidup sehat selama kemarau. Karena ingat, kesehatan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
"Kewaspadaan dan kerjasama seluruh pihak dapat meminimalkan risiko peningkatan kasus selama musim kemarau. Masyarakat tetap sehat, produktif dan terlindungi," tutup Aries.


