Daftar Isi [Tampil]

DPC DMI se-Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Sebanyak 672 pengurus Dewan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DPC DMI) se-Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur. Kamis (27/8/2026).

Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) DMI dengan tema “Menguatkan Sinergi dalam Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Ibadah, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat menuju Lombok Timur Smart”.

Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan peran DMI tidak sebatas mengurus kegiatan ibadah. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pembinaan, khususnya bagi generasi muda.

"Masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga tempat membina dan memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda kita," ujarnya.

Bupati Warisin juga menitipkan pesan moral kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan ikhlas dan tekun. 

"Saya dorong pengurus DMI bekerja dengan penuh keikhlasan demi mengharap keridloan Allah SWT," katanya.

Selain persoalan keumatan, Bupati Warisin memaparkan sejumlah program pelayanan masyarakat dan capaian Pemerintah Daerah dalam setahun terakhir. Ia menyebut Pemda terus berupaya mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat.

Salah satu upaya itu adalah dengan menggaet program pengelolaan sampah berkelanjutan. Kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Bank Dunia itu menempatkan Lombok Timur sebagai salah satu dari 28 kabupaten/kota se-Indonesia, ditambah 2 wilayah yang dibiayai APBN, yang menerima program Local Service Delivery Program (LSDP).

Program ini ditargetkan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Di akhir sambutan, Bupati Warisin mengingatkan para camat dan kepala desa tentang tugas utama pemerintah. Jajaran pemerintah, termasuk dirinya sebagai Bupati, bukanlah raja atau datu. 

"Kita ini pelayan masyarakat yang harus turun tangan bekerja demi kemajuan daerah," tegasnya. (RS)