Daftar Isi [Tampil]


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H.Lalu Aries Fahrozi.

Lombok Timur - radarselaparang.com
|| Sejak awal Agustus 2026, tenaga kesehatan di Lombok Timur mulai bergerak dari satu sekolah ke sekolah lain. Mereka membawa vaksin dan misi besar: melindungi generasi perempuan dari kanker serviks melalui imunisasi Human Papillomavirus atau HPV. Program ini dijalankan bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, BIAS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, HL Aries Fahrozi, mengatakan pelaksanaan imunisasi HPV sudah serentak dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Di Lotim, sasarannya jelas dan terukur.

"Kita sudah bersurat ke seluruh puskesmas dalam rangka pelaksanaan BIAS. Tembusan juga disampaikan ke Dinas Dikbud dan Kementerian Agama guna mendapatkan dukungan pelaksanaan BIAS untuk siswa siswi di SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat," ujarnya.

Surat itu menjadi aba-aba bagi 25 puskesmas dan ratusan sekolah untuk bersiap. Tim vaksinator bersama guru dan tenaga kesehatan mulai mendata siswi, memberikan penyuluhan, hingga pelaksanaan penyuntikan di sekolah.

Berdasarkan rekapitulasi dari puskesmas, jumlah sasaran imunisasi HPV di Lombok Timur tahun ini mencapai 39.024 siswi. Rinciannya meliputi kelas 5 SD/MI sebanyak 13.355 siswi, kelas 6 SD/MI sebanyak 13.304 siswi, dan kelas 9 SMP/MTs sebanyak 12.365 siswi.

"Saat ini di Lombok Timur sesuai dengan surat resmi untuk sasaran imunisasi HPV masih untuk siswa perempuan saja," jelas Aries.

Angka itu bukan kecil. Hampir setara dengan satu kecamatan penuh yang terdiri dari anak-anak perempuan usia sekolah. Karena itu, selain vaksinasi, Dinkes juga menggenjot edukasi agar orang tua dan pihak sekolah memahami pentingnya imunisasi ini.

Edukasi menyasar langsung ke sekolah dan kelompok masyarakat, terutama kelompok tertentu yang selama ini masih ragu dengan vaksin. Petugas menjelaskan bahwa HPV adalah virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Kanker ini termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

Dengan memberikan vaksin sejak usia sekolah, diharapkan tubuh anak memiliki kekebalan lebih awal sebelum terpapar virus.

Aries menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak. Mulai dari kepala sekolah, guru, komite, hingga orang tua. Tanpa dukungan itu, cakupan imunisasi akan sulit mencapai target.

"Melalui program BIAS, diharapkan cakupan imunisasi dapat tercapai secara optimal sehingga dapat melindungi generasi muda perempuan Lotim dari risiko kanker serviks di masa depan," katanya.

Di lapangan, suasana pelaksanaan BIAS berlangsung tertib. Di beberapa SD, siswi datang dengan seragam rapi didampingi guru. Ada yang sedikit gugup, ada pula yang sudah siap karena sebelumnya sudah diberi penjelasan oleh orang tua.

Pemerintah daerah berharap, dengan cakupan yang luas ini, Lombok Timur bisa menekan angka kasus kanker serviks di masa mendatang. Investasi kesehatan hari ini, kata Aries, adalah untuk memastikan anak-anak perempuan Lotim tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Program BIAS dengan imunisasi HPV ini akan terus berjalan hingga seluruh target sasaran terlayani. Dinkes mengimbau orang tua yang anaknya belum mendapat vaksinasi di sekolah untuk segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.