Daftar Isi [Tampil]


Dua tersangka pelaku dan pemakai narkoba yang diciduk polisi di Kecamatan Sambelia
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com
|| Operasi senyap dilakukan jajaran Polsek Sambelia bersama Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Lombok Timur, Sasarannya sebuah rumah di Dusun Sugian Lauk, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba jenis sabu. Selasa malam (25/8/2026).

Dua orang diamankan dalam penggerebekan itu. Keduanya berinisial A.S (29), warga Sugian Lauk, dan Y.H warga Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia. A.S diduga sebagai pengedar sekaligus penguasa barang, sementara Y.H diduga sebagai pemakai.

Pengungkapan berawal dari laporan warga yang masuk ke SPKT II Polsek Sambelia sekitar pukul 21.00 WITA. Petugas piket langsung meneruskan informasi tersebut ke Kapolsek Sambelia, AKP Lalu Abdul Kadir, S.H. Dari situ koordinasi dilakukan dengan Kasat Narkoba Polres Lotim untuk menindaklanjuti laporan.

Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi. Pengeledahan dilakukan sekitar pukul 01.00 WITA, Rabu (26/8/2026) dini hari. Prosesnya disaksikan oleh Kepala Dusun dan RT setempat agar berjalan sesuai prosedur.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu buah korek api, alat hisap, dan 3 paket klip kecil berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat total sekitar 2 gram.

Kedua terduga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Lombok Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Sambelia, AKP Lalu Abdul Kadir, S.H., menjelaskan penangkapan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap aduan masyarakat. Pihaknya mengapresiasi peran warga yang berani melapor.

"Kami akan terus menindak tegas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Sambelia. Tidak ada ruang bagi pengedar di sini," ujarnya.

Saat ini kedua terduga masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih mengembangkan kasus untuk mencari jaringan di atasnya.

Warga Sugian Lauk sendiri mengaku lega dengan adanya penindakan tersebut. Selama ini mereka resah karena aktivitas mencurigakan sering terjadi di lingkungan pada malam hari. (RS/acip)