LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Masjid Jami' Baiturrahman, Dasan Tinggi, Desa Sambelia mendadak jadi panggung kebahagiaan. Warga dari Dasan Tinggi, Mekar Mulya dan sekitarnya tumpah ruah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan cara yang khas melalui tradisi "dulang cinta". Rabu (26/8/2026).
Tradisi "dulang cinta" ini jadi penanda bahwa cinta kepada Rasulullah SAW dirawat lewat laku nyata.
Acara dibuka dengan Pawai Ta'aruf yang tidak biasa. Rombongan anak-anak peserta khitanan massal berjalan diiringi TKN 03 Sambelia, SDN 02 Sambelia, dan Persatuan Dasan Tinggi. Suara kecimol menggema, bendera kecil dilambaikan, dan yang paling mencuri perhatian: ibu-ibu membawa dulang. Tradisi "dulang cinta" ini jadi penanda bahwa cinta kepada Rasulullah SAW dirawat lewat laku nyata.
Tahun ini suasananya terasa lebih hidup dibanding tahun lalu. Warga berjejer di pinggir jalan, ikut merasakan sukacita.
Memasuki pukul 08.30 Wita, acara inti dimulai. Pembukaan oleh MC berjalan tertib, dilanjut pembacaan Al-Qur'an oleh Ustaz Roni Gunawan QH, SPdI yang membuat suasana khusyuk.
Turut hadir perwakilan Kecamatan Dukcapil, Pengairan, dan KB Sambelia, Kepala Desa Sambelia H. Moh. Kahar, Kepala SMAN 1 Sambelia, para Kepala Dusun, Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh pengurus masjid.
Dalam sambutannya, Kepala Desa mengapresiasi panitia. Ia juga menyampaikan kabar pembangunan desa pasca pemangkasan Dana Desa 70 persen serta informasi penyaluran bantuan pangan secara terbuka.
Hikmah Maulid disampaikan Ustaz Muh. Azhar QH, SPdI. Singkat, padat, dan mudah dipahami. Jamaah menyimak sampai doa penutup dengan tenang.
Panitia Hari Besar Islam melaporkan dana sukarela terkumpul Rp 7.300.000 dari warga Dasan Tinggi dan Mekar Mulya melalui Ketua RT. Dana itu disalurkan untuk santunan anak yatim Rp 200.000 per anak, dan sebagian untuk biaya kegiatan.
"Terima kasih atas dukungan semua. Semoga jadi amal jariyah yang terus mengalir," kata Nasipudin mewakili panitia.
Penutupnya paling menghangatkan. Jamaah makan bersama dengan hidangan buatan ibu-ibu jamaah Masjid Baiturrahman. Tawa, doa, dan kebersamaan menutup peringatan Maulid tahun ini.
Dari gema kecimol hingga dulang yang dibawa ibu-ibu, Maulid di Dasan Tinggi tahun ini membuktikan satu hal yakni meneladani Nabi bisa dilakukan dengan meriah, gotong royong, dan penuh cinta. (RS/Acip)

