Daftar Isi [Tampil]


Ketua DPC Gerindra Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin. 
Lombok Timur - Radarselaparang.com
|| Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta publik tidak mengaitkan Partai Gerindra dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini. 

Haerul Warisin yang juga Bupati Lotim itu menegaskan, proses hukum yang saat ini dijalani LAZ di KPK merupakan urusan pribadi kader PAN dan tidak ada kaitannya dengan Gerindra.

"Jangan bawa-bawa nama Gerindra di kasus Bupati LAZ ini. Kasus hukum yang sedang dijalankan LAZ di KPK itu tidak ada kaitannya dengan Gerindra dan petinggi-petinggi Gerindra," tegas H. Iron di Selong, Ahad (2/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi pernyataan Plt Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar. Sebelumnya Muazzim menyebut LAZ beberapa kali menemui pimpinan DPP Gerindra, termasuk Ketua Harian DPP Sufmi Dasco Ahmad, untuk melobi posisi Ketua DPD Gerindra NTB.

Menurut H. Iron, pertemuan LAZ dengan pejabat di kementerian dan lembaga pusat adalah hal wajar. Tujuannya untuk membangun daerah, bukan untuk urusan internal partai.

"Sah-sah saja kalau seorang Bupati itu bertemu pejabat di Jakarta. Itu dalam rangka menjalin komunikasi untuk membangun daerahnya," ujarnya.

Ia juga menegaskan Partai Gerindra memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan kader yang akan ditempatkan sebagai pimpinan di daerah. Karena itu, partai lain tidak bisa mengintervensi.

Sikap serupa disampaikan DPD Partai Gerindra NTB. Sekretaris DPD Gerindra NTB Nauvar Furqany Farinduan menyayangkan pernyataan Muazzim Akbar yang dinilai menyeret nama Gerindra ke dalam polemik internal PAN.

"Pernyataan itu tendensius dan berpotensi menimbulkan tafsir liar di ruang publik," kata Nauvar.

Hingga saat ini, kasus OTT yang menjerat LAZ masih dalam proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi. (RS)