Mataram - radarselaparang.com || Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Lombok Timur dan Yayasan Pembina Pendidikan (YPP) NWDI NTB menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi pengembangan pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. 
MoU perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
Penandatanganan berlangsung di Gedung TGB Center Mataram, Sabtu 15 Agustus 2026 / 2 Rabiul Awal 1448 H. MoU ini menjadi momentum strategis memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
IAIH Pancor diwakili Wakil Rektor I Dr. H. Abdul Hayyi Akrom. Sementara YPP NWDI NTB diwakili Ketua Umum Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag. Prosesi disaksikan Ketua Umum PB NWDI TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, MA, bersama jajaran Mustasyar PB NWDI, Dewan Pakar NWDI, Pengurus Wilayah NWDI NTB, serta sejumlah badan otonom di bawah PB NWDI.
Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas madrasah dan pondok pesantren NWDI di seluruh wilayah NTB.
Melalui MoU ini, kedua pihak berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan pada madrasah dan pondok pesantren NWDI melalui program akademik dan pengembangan kompetensi. Kerja sama juga diarahkan pada peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan melalui studi, pelatihan, seminar, lokakarya, bimbingan teknis, dan bentuk pengembangan profesional lainnya.
Di bidang akademik, IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB membuka ruang kolaborasi untuk pelaksanaan praktik pengalaman lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian mahasiswa dan dosen, serta kegiatan akademik lain yang relevan dengan kebutuhan madrasah dan pesantren.
Cakupan kerja sama turut menyasar pengembangan digitalisasi pendidikan, literasi, kewirausahaan, bahasa, dan keagamaan. Langkah itu dinilai penting agar lembaga pendidikan Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.
Kedua pihak juga dapat memanfaatkan sumber daya bersama berupa tenaga ahli, narasumber, fasilitas, sarana dan prasarana, jaringan kelembagaan, data, maupun informasi yang mendukung pelaksanaan program.
Wakil Rektor IAIH Pancor Dr. H. Abdul Hayyi Akrom mengatakan kerja sama ini merupakan langkah nyata memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan pendidikan Islam di NTB.
"Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam di NTB sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, madrasah, dan pesantren," ujarnya.
Ketua Umum YPP NWDI NTB Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag., menegaskan MoU tersebut diharapkan menjadi landasan lahirnya program konkret yang memberi manfaat langsung bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.
"MoU ini menjadi fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa," katanya.
Kehadiran TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, MA, sebagai saksi disebut bagian penting penguatan sinergi kelembagaan di lingkungan NWDI. Dukungan itu memperlihatkan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan jaringan pendidikan NWDI dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
"Sinergi antara IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB merupakan bagian dari komitmen NWDI untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing global," ujarnya.
Melalui kesepahaman ini, IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB diharapkan segera menindaklanjuti dengan program-program konkret dan berkelanjutan. Kolaborasi diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan Islam di NTB yang berakar pada tradisi keilmuan dan pesantren, sekaligus terbuka terhadap inovasi, digitalisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekretaris YPP NWDI NTB Drs. H. Sahnan, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas ditandatanganinya MoU tersebut. Menurutnya kerja sama ini bertujuan mulia untuk penguatan kelembagaan madrasah dan pondok pesantren NWDI di NTB, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan akses perguruan tinggi dengan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak secara maksimal.
"Pelaksanaan kerja sama ini tentu tidak mudah, namun harus kita mulai dari langkah pertama, dengan keyakinan bahwa kedua belah pihak akan mampu mewujudkan cita-cita mulia yang tertuang dalam dokumen MoU ini, dengan prinsip berkolaborasi memajukan peradaban untuk kemaslahatan bersama," ujarnya.

