![]() |
| Proses pemadaman kebakaran lahan 40 hektar di kawasan TNGR Resort Sembalun. |
Kebakaran pertama kali diketahui setelah petugas TNGR menerima laporan masyarakat terkait titik panas di sekitar batas kawasan Maletan, TNGR Resort Sembalun, Jumat 7 Agustus 2026 pukul 16.48 Wita.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Sembalun segera berkoordinasi dengan Koramil 1615/10 Sembalun dan petugas TNGR. Pukul 18.30 Wita tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, petugas TNGR dan siswa SKMA melakukan ground check dan menemukan tiga titik api yang masih aktif.
Peralatan pemadaman seperti jet shooter, racun api, parang dan perlengkapan lainnya langsung dikerahkan. Namun api masih terus merambat sehingga pemadaman dilakukan secara bergilir.
Tim yang terlibat cukup besar, di antaranya Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Kapolsek Sembalun IPTU Lalu Subadri bersama enam personel, satu anggota Koramil 1615/10 Sembalun, enam petugas TNGR, empat personel Damkarmat Sembalun, tujuh anggota Manggala Agni, tujuh warga masyarakat, serta empat siswa PKL SKMA.
Pemantauan udara menggunakan drone dilakukan sekitar pukul 20.30 Wita dan kembali ditemukan dua titik api. Melihat kondisi di lapangan, Kapolres Lombok Timur kemudian turun langsung ke lokasi sekitar pukul 21.45 Wita untuk memantau dan memastikan proses penanganan berjalan maksimal.
Hingga pukul 23.00 Wita personel Polsek Sembalun bersama Damkarmat Sembalun tetap siaga menunggu tambahan peralatan. Pada pukul 00.01 Wita, di bawah komando langsung Kapolres, tim kembali melakukan pemadaman lanjutan terhadap titik api yang masih menyala menggunakan jet shooter dan peralatan yang tersedia.
Hasilnya, pukul 01.50 Wita sejumlah titik api berhasil dipadamkan. Tim Manggala Agni kemudian melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Pukul 02.30 Wita digelar apel konsolidasi yang dipimpin langsung Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha. Dalam arahannya, Kapolres mengapresiasi kekompakan seluruh unsur yang terlibat dan menekankan pentingnya kesiapan sarana prasarana pemadaman di kawasan TNGR sebagai antisipasi Karhutla susulan.
"Sinergitas di lapangan menjadi kunci cepatnya penanganan. Ke depan kita harus lebih siap, baik peralatan maupun personel," ujarnya.
Seluruh rangkaian pemadaman selesai sekitar pukul 03.15 Wita. Untuk memastikan api benar-benar padam, Manggala Agni akan melaksanakan mopping up pada Sabtu 8 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 Wita.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi tidak menutup kemungkinan kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia. Polres Lombok Timur mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim kemarau.


