LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Karang Taruna Desa Waringin menyatakan sikap bergabung dengan Aliansi Gerakan Kemerdekaan Merah Putih Lombok Timur (AGKMP) untuk mengawal kerusakan infrastruktur. Fokus utama mereka adalah Jalan Bagik Nyaka–Korleko yang dinilai rusak parah.
Karang Taruna Desa Waringin menyatakan sikap bergabung dengan Aliansi Gerakan Kemerdekaan Merah Putih Lombok Timur (AGKMP) untuk mengawal kerusakan infrastruktur jalan Bagik Nyaka–Korleko.
Dukungan itu disampaikan setelah AGKMP yang terdiri dari PMII dan LMND Lombok Timur bersama warga Kalijaga Timur menggelar aksi. Dalam aksi tersebut massa menuntut perbaikan jalan dan mendesak pemerintah mengevaluasi aktivitas galian C yang dianggap memperparah kerusakan.
Sekretaris Karang Taruna Desa Waringin, Abdul Goni, mengapresiasi gerakan itu. Ia menilai seruan "Stop Bayar Pajak" muncul karena masyarakat merasa taat membayar pajak, tetapi hasilnya tidak kembali dalam bentuk pelayanan dan pembangunan.
"Memang benar perlu kita serukan 'Stop Bayar Pajak', karena masyarakat kita sangat taat membayar pajak, namun pemerintah yang menerima dana pajak tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat," ujarnya. Jumat (21/8/2026)
Abdul Goni juga menyoroti adanya temuan penagihan pajak oleh tim pemerintah daerah pada 2025. Ia meminta kejelasan agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
"Ke mana uang hasil pajak, kenapa ada temuan? Sudah bayar, masih ditagih," katanya.
Sementara itu AGKMP mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera memberikan kepastian terkait rencana dan sumber anggaran perbaikan Jalan Bagik Nyaka–Korleko.
Aliansi menegaskan akan terus melakukan advokasi, pengawasan publik, konsolidasi masyarakat, dan aksi lanjutan sesuai koridor hukum hingga tuntutan perbaikan jalan mendapat jawaban pasti. (RS)

