![]() |
| Oleh : Zulfan Alfaiq, JF PTPN Terampil KPPN Selong |
Sebelumnya, KPPN Selong telah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2019. Perjalanan menuju WBBM kemudian terus dilanjutkan melalui berbagai upaya penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan pengawasan, serta pembangunan budaya kerja yang berorientasi pada integritas. Pada tahun 2024, upaya tersebut memperoleh pengakuan dengan ditetapkannya KPPN Selong sebagai salah satu unit kerja penerima predikat WBBM. KPPN Selong menjadi unit kerja pertama di Kabupaten Lombok Timur yang memperoleh predikat tersebut.
Namun demikian, pencapaian WBBM tidak boleh dipandang sebagai garis akhir. Justru setelah predikat tersebut diperoleh, tantangan yang dihadapi menjadi semakin besar. Predikat WBBM harus mampu diterjemahkan menjadi budaya kerja yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.
WBBM Bukan Sekadar Predikat
Predikat WBBM pada dasarnya merupakan pengakuan atas upaya unit kerja dalam mewujudkan birokrasi yang bersih sekaligus mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak cukup diukur dari kelengkapan dokumen maupun keberhasilan melewati tahapan penilaian.
Lebih jauh, integritas harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Tidak menerima gratifikasi, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, menyelesaikan layanan sesuai standar, terbuka terhadap pengaduan, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan merupakan bentuk konkret dari implementasi integritas.
Dengan demikian, masyarakat dan satuan kerja pengguna layanan tidak hanya melihat WBBM sebagai sebuah predikat yang terpampang di kantor, tetapi benar-benar merasakan adanya perubahan kualitas pelayanan.
Bagi KPPN Selong, prinsip tersebut menjadi penting karena KPPN merupakan unit pelayanan yang berinteraksi langsung dengan satuan kerja kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam pelaksanaan tugas perbendaharaan negara. Setiap layanan yang diberikan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik yang dapat merusak kepercayaan publik.
Setelah WBBM, Tantangan Justru Semakin Besar
Memperoleh predikat WBBM merupakan sebuah pencapaian. Namun mempertahankannya merupakan tantangan yang tidak kalah besar.
Pada tahun 2026, KPPN Selong kembali menghadapi proses monitoring dan evaluasi (monev) WBBM. Monev tersebut menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana nilai-nilai integritas yang dibangun selama proses pembangunan Zona Integritas tetap hidup dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Monev bukan semata-mata menjadi proses pemeriksaan administratif, tetapi dapat dimaknai sebagai sarana untuk melakukan refleksi. Apakah inovasi yang telah dibangun masih memberikan manfaat? Apakah pelayanan yang diberikan masih sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan? Apakah mekanisme pengaduan benar-benar berjalan? Apakah pengawasan internal mampu mencegah terjadinya penyimpangan? Dan yang paling penting, apakah budaya integritas telah menjadi bagian dari perilaku seluruh pegawai?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena birokrasi terus menghadapi perubahan. Kebutuhan masyarakat berkembang, teknologi semakin maju, pola pelayanan berubah, dan ekspektasi pengguna layanan terhadap pemerintah semakin tinggi.
Oleh sebab itu, mempertahankan WBBM tidak dapat dilakukan dengan hanya mengulang apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Diperlukan semangat untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan.
Integritas Harus Dimulai dari Hal-Hal Sederhana
Integritas sering kali dipahami sebagai sesuatu yang besar dan abstrak. Padahal, dalam praktik birokrasi, integritas justru dibangun dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Datang dan bekerja sesuai ketentuan, memberikan informasi yang benar kepada pengguna layanan, tidak mempersulit proses, tidak meminta atau menerima imbalan, menjaga kerahasiaan data, menyelesaikan pekerjaan secara bertanggung jawab, serta berani menyampaikan apabila terdapat potensi penyimpangan merupakan bagian dari integritas.
Begitu pula dalam memberikan pelayanan kepada satuan kerja. Setiap pengguna layanan harus memperoleh perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakang, kedekatan maupun kepentingan tertentu.
Dengan prinsip tersebut, WBBM tidak berhenti pada slogan “bersih dan melayani”, tetapi menjadi standar perilaku yang melekat pada setiap pegawai.
Pelayanan Publik sebagai Wujud Integritas
Integritas dan pelayanan publik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Birokrasi yang bersih tetapi tidak mampu memberikan pelayanan yang baik tentu belum cukup. Sebaliknya, pelayanan yang cepat tetapi dilakukan dengan mengabaikan ketentuan dan prinsip akuntabilitas juga tidak dapat disebut sebagai pelayanan yang berintegritas.
Karena itu, KPPN Selong terus berupaya menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi, kualitas layanan, dan kebutuhan pengguna layanan.
Hasil survei kepuasan pengguna layanan juga menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat persepsi stakeholder terhadap kualitas pelayanan. Pada Triwulan I Tahun 2026, KPPN Selong mencatat Indeks Kepuasan Pengguna Layanan sebesar 4,99 dari skala 5, yang menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Capaian tersebut tentu patut diapresiasi, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Angka yang tinggi bukan alasan untuk berhenti melakukan perbaikan. Justru semakin tinggi capaian yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab untuk mempertahankannya.
Menjadikan Integritas sebagai Budaya Organisasi
Salah satu tantangan terbesar dalam mempertahankan WBBM adalah memastikan integritas tidak hanya menjadi program tim Zona Integritas, tetapi menjadi budaya seluruh organisasi.
Artinya, setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga nama baik dan reputasi organisasi. Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan atau tim pembangunan Zona Integritas, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh insan KPPN Selong.
Budaya tersebut perlu dibangun melalui keteladanan pimpinan, komunikasi yang terbuka, pengawasan yang efektif, pembinaan pegawai, penguatan nilai-nilai organisasi, serta pemberian ruang bagi setiap pegawai untuk menyampaikan masukan dan mengidentifikasi potensi risiko.
Dalam konteks inilah monev WBBM tahun 2026 menjadi penting. Evaluasi bukan sekadar untuk membuktikan bahwa KPPN Selong pernah memperoleh predikat WBBM, tetapi untuk memastikan bahwa semangat yang melatarbelakangi pencapaian tersebut masih hidup dan berkembang.
Dari Penghargaan Menuju Kepercayaan
Pada akhirnya, keberhasilan WBBM bukan terletak pada seberapa sering sebuah unit kerja memperoleh penghargaan, tetapi pada seberapa besar kepercayaan yang diberikan masyarakat dan pengguna layanan.
Kepercayaan tersebut dibangun melalui konsistensi.
Konsisten memberikan pelayanan yang baik. Konsisten menolak segala bentuk gratifikasi. Konsisten menjalankan tugas sesuai ketentuan. Konsisten melakukan perbaikan. Dan konsisten menempatkan kepentingan masyarakat serta negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Inilah makna penting WBBM bagi KPPN Selong.
Predikat yang diperoleh pada tahun 2024 merupakan hasil dari perjalanan panjang sejak pembangunan Zona Integritas dan pencapaian WBK pada tahun 2019. Namun perjalanan tersebut belum selesai. Monev WBBM tahun 2026 menjadi salah satu momentum untuk memastikan bahwa capaian tersebut tidak berhenti sebagai sejarah, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan organisasi.
KPPN Selong menyadari bahwa mempertahankan integritas jauh lebih penting daripada sekadar memperoleh predikat. Karena itu, WBBM harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata: melayani dengan profesional, bekerja dengan integritas, terbuka terhadap evaluasi, dan terus melakukan inovasi.
Sebab pada akhirnya, birokrasi yang bersih bukan hanya tentang tidak melakukan korupsi. Birokrasi yang bersih adalah birokrasi yang mampu menjaga amanah, sedangkan birokrasi yang melayani adalah birokrasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
WBBM bukanlah garis akhir. WBBM adalah komitmen untuk terus menjadi lebih baik.


