![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat memberikan pesan pada semua anggota paskibraka yang bertugas mengerek bendera pada apal 17 Agustus 2026. |
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Hadir menyaksikan Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, Staf Ahli, Forkopimda, kepala OPD, hingga orang tua dan wali yang sejak pagi sudah memadati pendopo dengan raut bangga dan haru.
Dari ribuan pelajar yang mendaftar, hanya 32 nama yang bertahan. Proses seleksi panjang, latihan keras, dan disiplin tinggi akhirnya mengantar mereka ke titik ini.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dalam sambutannya menegaskan, terpilihnya mereka bukan kebetulan. Ini adalah kepercayaan besar."Ada ribuan siswa berlomba ingin menjadi bagian dari Paskibraka, akan tetapi hanya 32 orang yang terpilih dan berjasa memetik pengalaman keras, untuk mengibarkan bendera merah putih. Tidak semua bisa dan memiliki kesempatan besar ini," katanya.
Lebih dari sekadar mengangkat bendera, Bupati mengingatkan bahwa tugas mereka membawa makna yang jauh lebih dalam. Merah putih yang akan dinaikkan esok hari adalah simbol pengorbanan para pahlawan dan titipan harapan jutaan rakyat Lombok Timur.
"Ketika berdiri tegak di hadapan merah putih, jangan hanya tegakkan badan saja, tapi tegakkan hati. Ingat wajah orang tua yang setiap hari mendoakan, wajah guru yang telah membimbing, dan ingat pejuang yang telah mengorbankan jiwa raganya sehingga hari ini menjadi bangsa yang merdeka," pesannya.
Bupati juga menitipkan pesan agar semangat yang ditempa selama pelatihan tidak berhenti di lapangan upacara. Kedisiplinan, kekompakan, dan keberanian harus dibawa pulang dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalian akan menjadi penerus generasi akan datang, baik di Pemerintahan ataupun di tempat lainnya. Disiplin yang diterima itu harus menjadi karakter dan terus dibawa di kehidupan sehari-hari, jangan merubah itu. Ibadah tidak boleh dilupakan, bakti pada orang tua tidak boleh tidak dilakukan. Jangan begitu selesai kemudian pakaian Paskibraka dibuka dan semua ikut selesai," tegasnya.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para orang tua. Di balik barisan Paskibraka yang gagah, ada doa, air mata, dan pengorbanan keluarga yang tidak terlihat kamera.
"Dibalik anak-anak hebat ini, ada doa dan pengorbanan orang tua yang luar biasa. Mungkin selama pelatihan, ada rasa khawatir, lelah dan rindu terhadap anak," ucap Bupati.
Ia pun mengingatkan para anggota Paskibraka untuk patuh pada arahan pelatih dan pembina. Sebab pada 17 Agustus nanti, setiap langkah mereka akan disaksikan bukan hanya peserta upacara di Halaman Kantor Bupati, tapi juga seluruh masyarakat Lombok Timur.
"Pembina dan pelatih dengan susah payah menanamkan disiplin tinggi itu pada semua anggota Paskibraka. Saat mengibarkan bendera merah putih, nantinya tidak saja dilihat oleh peserta apel saja, tapi di lihat seluruh masyarakat Lombok Timur dan masyarakat Indonesia umumnya. Ikuti apa yang sudah menjadi petunjuk pelatih," tutupnya.
Usai dikukuhkan, 32 anggota Paskibraka Lotim akan menjalankan tugas mulia pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi hingga penurunan bendera HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Lombok Timur.



