Daftar Isi [Tampil]

Penutupan festival Gawe Beleq Sakra Barat bersama Kapolres Lotim 
SAKRA BARAT - radarselaparang.com || Selama tujuh malam Lapangan Sakra Barat tidak pernah sepi. Ribuan warga dari berbagai pelosok Lombok Timur tumpah ruah, duduk beralaskan tikar, berdiri di pinggir panggung, hanya untuk menyaksikan Gawe Beleq Sakra Barat Perdana 2026. 

Perhelatan budaya dan kemasyarakatan yang berlangsung sejak 17 hingga 23 Agustus 2026 itu resmi berakhir dengan catatan sukses besar.

Sekretaris Panitia Gawe Beleq Sakra Barat, M. Ilham Jauhari, S.Pd.I., menyebut keberhasilan acara bertema "Karya Bersama untuk Semua" ini tidak lepas dari semangat gotong royong warga.

"Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas nama seluruh jajaran panitia, saya M. Ilham Jauhari mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Lombok Timur, khususnya warga Kecamatan Sakra Barat, yang telah berpartisipasi aktif dan bergotong royong menyukseskan Gawe Beleq Perdana ini," ujar M. Ilham Jauhari saat penutupan, Sabtu malam (23/8/2026).

Menurutnya, gawe besar ini menjadi bukti nyata kuatnya rasa kekeluargaan di Sakra Barat. Setiap malam lapangan utama dipadati lautan manusia. Tidak ada keributan berarti, tidak ada kemacetan yang tak terkendali. Semua berjalan tertib.

Rangkaian acaranya pun dirangkai seperti benang budaya. Dimulai dari penampilan pembuka Crew Alba 05 Gazali, dilanjut sajian seni Cilokak Tokol Songak dan Jangger Turun Tangis. Ada juga malam Sakra Barat Bersholawat yang membawa suasana spiritual, Cilokok Temu Karya yang cair dan akrab, hingga puncak kemegahan Rudat Temu Karya. 

Puncaknya, penutupan ditandai dengan prosesi pelepasan 1.000 lampion ke langit Sakra Barat. Ribuan titik cahaya itu naik bersamaan, disambut tepuk tangan dan teriakan warga.

"Kehadiran lautan manusia setiap malam di Lapangan Sakra Barat menjadi bukti betapa kuatnya rasa cinta tanah air warga kita. Tanpa dukungan, ketertiban, dan antusiasme dari seluruh warga Sakra Barat dan masyarakat Lombok Timur pada umumnya, gawe besar ini tidak akan bisa berjalan seindah dan semegah ini," tambahnya.

M. Ilham Jauhari juga menyorot peran di balik layar. Ia memberikan apresiasi khusus kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, para seniman, pemuda, serta aparat keamanan yang selama tujuh hari berturut-turut menjaga jalannya acara agar tetap kondusif.

Bagi panitia, Gawe Beleq Perdana ini bukan sekadar pesta rakyat. Ini adalah sejarah baru. Untuk pertama kalinya Sakra Barat punya hajatan budaya berskala kecamatan yang menyatukan semua unsur, dari seni, religi, hingga kebersamaan sosial.

Menutup pernyataannya, M. Ilham berharap semangat yang lahir selama sepekan itu tidak berhenti sampai lampion terakhir padam.

"Gawe Beleq Perdana ini adalah awal dari ikhtiar panjang kita untuk terus memajukan kebudayaan dan mempererat tali silaturahmi. Semoga kebersamaan ini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun Sakra Barat yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera," tutupnya.

Dengan berakhirnya Gawe Beleq 2026, warga kini menaruh harapan. Agar agenda ini tidak berhenti jadi seremoni perdana, tapi menjadi tradisi tahunan yang terus menghidupkan budaya lokal dan menguatkan identitas Sakra Barat.