LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Kabupaten Lombok Timur kembali mengukir prestasi. Di hari ulang tahunnya yang ke-131, daerah ini dinobatkan sebagai juara pertama Jamsostek Award tingkat Provinsi NTB. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTB kepada Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin di Lapangan Tugu Selong, Senin (31/8/2026).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTB menyerahkan penghargaan kepada Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin
Penyerahan piagam menjadi salah satu agenda puncak peringatan Hari Jadi Lombok Timur. Tepat pukul 16.00 WITA, suasana lapangan yang dipadati warga dan tamu undangan menjadi saksi saat nama Lombok Timur disebut sebagai daerah terbaik dalam implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Jamsostek Award adalah bentuk apresiasi pemerintah pusat dan provinsi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pelaku usaha yang dinilai berhasil mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan. Tujuannya jelas, mewujudkan Universal Coverage Jamsostek dan memperluas manfaat BPJS Ketenagakerjaan melalui edukasi agar masyarakat paham kehadiran negara memberikan perlindungan.
Mewakili Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTB, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur Muhammad Johan Firmasyah menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol.
"Program BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen pengentasan dan pencegahan kemiskinan baru bagi masyarakat pekerja. Ketika pekerja terlindungi, maka risiko kehilangan pendapatan akibat kecelakaan kerja atau hari tua bisa diminimalkan," ujarnya.
Ada lima parameter utama yang menjadi penilaian Jamsostek Award. Meliputi cakupan perlindungan atau coverage, pertumbuhan kepesertaan atau growth, ketersediaan regulasi daerah, dukungan anggaran, dan inovasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Data terbaru hingga Juli 2026 menunjukkan progres signifikan di Lombok Timur. Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan KTP Lombok Timur tercatat sebanyak 190.403 pekerja. Angka ini mencakup pekerja penerima upah, pekerja mandiri, hingga pekerja rentan yang didaftarkan pemerintah daerah.
Sementara untuk sisi manfaat, jumlah kejadian pembayaran klaim mencapai 2.520 kasus dengan total nominal yang dibayarkan Rp26,5 miliar. Klaim tersebut membantu pekerja dan keluarga yang mengalami risiko kerja, sakit, hingga memasuki masa pensiun.
Bupati Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, desa, pelaku usaha, dan masyarakat.
"Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus bekerja lebih baik. Insyaallah akan ada perlindungan tambahan yang direalisasikan di Tahun 2026 oleh Bupati Lotim," kata Bupati.
Menurutnya, perlindungan sosial menjadi prioritas karena mayoritas warga Lombok Timur bekerja di sektor informal, pertanian, konstruksi, dan sebagai pekerja migran. Karena itu Pemda mendorong semua pihak untuk memastikan kepesertaan."Kami dorong untuk setiap pemberi kerja, pelaku usaha, pekerja jasa konstruksi, pekerja mandiri, dan pekerja migran untuk memastikan sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Jangan tunggu terjadi risiko baru mendaftar," tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi peran BPJS Ketenagakerjaan yang aktif melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa. Edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak hanya terdaftar, tetapi juga memahami manfaat yang bisa diklaim.
Prestasi juara 1 ini menambah daftar panjang keberhasilan Lombok Timur di bidang pelayanan publik. Sebelumnya Pemda juga mencatat kenaikan PAD dan penambahan anggaran kesehatan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan warga.
Ribuan warga yang hadir di Lapangan Tugu Selong menyambut pengumuman juara ini dengan tepuk tangan. Bagi mereka, penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk melindungi tenaga kerja di daerah.
Dengan raihan ini, Lombok Timur diharapkan bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di NTB dalam memperluas cakupan jaminan sosial. Targetnya, tidak ada lagi pekerja yang luput dari perlindungan. (RS/Toni)


