Daftar Isi [Tampil]

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., saat memukul gong tanda festival Gawe Beleq Sakra Barat resmi ditutup.
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Tidak ada lagi celah kosong. Lapangan Barokah Sakra Barat, benar-benar ditaklukkan warga. Masyarakat banjiri lokasi penutupan Festival Gawe Beleq Sakra Barat sejak sore, memaksa panitia menambah area duduk hingga ke bahu jalan. Sabtu malam (22/8/2026).

Inilah malam puncak. Pesta rakyat yang dimulai dengan sederhana kini meledak jadi lautan manusia. Sorak, tepuk tangan, dan lantunan Rudat Temu Karya menggema sampai acara resmi ditutup.

Ketua panitia Muhammad Faizun Fikry menahan haru di atas panggung. Dikatakan penuh haru dan bangga melihat masyarakat berbondong-bondong hadir menyaksikan pesta rakyat ini mulai malam pertama sampai malam ini malam terakhir. 

"Terima kasih, semoga event ini tetap bisa dilaksanakan di tahun berikutnya," ucapnya.

Ketua Baznas Lombok Timur H. Muhammad Kamli ikut berdiri di tengah kerumunan. Ia menyebut kehadiran ribuan warga sebagai bukti nyata kepedulian sosial. Di momen itu Baznas Lotim menyalurkan santunan untuk warga lanjut usia.

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., menegaskan Gawe Beleq bukan sekadar hiburan. Ini panggung rezeki. Momentum yang luar biasa untuk mengangkat UMKM, cari rezeki dengan hadirnya Festival Gawe Beleq ini. 

"Terima kasih Mas Fikry dan semua panitia yang telah berhasil menghibur masyarakat Lotim-Sakra Barat," tegasnya.

Gong penutup dipukul Kapolres. Suara dentumannya ditimpali teriakan warga. Tanda Gawe Beleq 2026 resmi selesai.

Turut hadir Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Camat Sakra Barat, Kapolsek, para kepala desa, dan tokoh masyarakat.

Dari UMKM yang laris hingga panggung yang tak pernah sepi, Gawe Beleq tahun ini membuktikan satu hal: ketika rakyat diberi ruang, mereka akan datang, dan mereka akan membanjirinya. (RS/Toni)