![]() |
| Peletakan batu pertama Ponpes Nurul Hijrah NW Sugian kecamatan Sambelia. |
Turut hadir Camat Sambelia Muh. Anwar Ikroman, anggota DPRD Dapil V Ibu Marianah, Pj Kades Sugian Zulfikri, mantan Kades Sugian Mustiadi dan Aripin, mantan Camat Ishak SH dan Abdurrahman, para guru, serta wakil ketua panitia Milad Edi Kurniawan SPd dan tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia, Bapak Harno menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Milad. Sebelum acara puncak, panitia juga menggelar berbagai perlombaan. Seluruh biaya kegiatan bersumber dari sumbangan donatur dan bantuan guru Ponpes Nurul Hijrah.
Acara diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Santri oleh Pembina Ponpes TGH Zainal Ma'ruf QH SPdI didampingi tamu undangan. Pembangunan asrama diharapkan menjadi tempat bernaung dan menguatkan pendidikan santri di pesantren tersebut.
Dalam laporannya, Sekretaris Ponpes Suhirman QH., S.Sos memaparkan perjalanan panjang lembaga. Ponpes dirintis sejak 1997 dengan berdirinya MI Senanggalih. Pada 2007 berdiri MTs Nurul Hijrah NW Sugian agar anak-anak sekitar bisa lebih dekat mengakses pendidikan agama.
Tahun 2020 sempat mengalami masa sulit dan kemunduran. Namun sejak 2022, pesantren kembali bangkit. Jumlah santri dan santriwati terus bertambah. Di tahun 2026 ini, pengurus mulai membangun asrama agar para santri dapat lebih mendalam belajar agama dan membentuk akhlak mulia.
Suhirman juga mengapresiasi tim KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mengangkat tema "Desa Budaya". Menurutnya, Desa Sugian memang kaya warisan budaya yang luhur.
Camat Sambelia Muh. Anwar Ikroman dalam sambutannya menyebut Milad bukan sekadar perayaan. Dikatakan Milad ini momentum untuk mengeratkan silaturahmi dan membangun SDM yang kokoh di bidang agama.
"Di era modern ini, kita wajib membentengi anak-anak dengan iman dan ilmu agama melalui Ponpes Nurul Hijrah. Sesuai pesan Rasulullah SAW: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.
Kemeriahan Milad ditambah persembahan siswa-siswi SMA Ponpes Nurul Hijrah yang menyanyikan Mars NW dan Mars Ponpes. Penampilan itu menggema dan menyentuh hati tamu undangan serta wali murid.Ketua Ponpes H. Ali Ramdani mengenang perjuangan awal berdiri. Ia menuturkan pada 2013 para santri dan orang tua berjalan kaki mendaftarkan diri ke pondok. Dari langkah kecil itu kini tumbuh menjadi lembaga yang dirindukan. Sebagai kenangan, digelar pawai ta'aruf yang diikuti siswa-siswi dan wali murid.
Puncak acara adalah Pengajian Umum Milad ke-19 sekaligus Peringatan Maulid Nabi yang disampaikan TGH Zainal Ma'ruf QH SPdI. Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan tentang kasih sayang dan teladan Rasulullah SAW.
Acara ditutup dengan doa bersama. Pengurus berharap Ponpes Nurul Hijrah NW Sugian terus melahirkan generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama. (RS/acip)



