LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Pemerintah Desa (Pemdes) Sambelia gelar Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Pembangunan Desa (RKPDes) tahun 2027 mulai dirumuskan. Badan Permusyawaratan Desa Sambelia menggelar Musyawarah Desa di Aula Kantor Desa Sambelia pada Selasa, 11 Agustus 2026, untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa atau RKPDes.
Musdes RKPDes 2027 Desa Sambelia kecamatan Sambelia
Musdes ini dihadiri jajaran penting desa. Tampak Ketua BPD H. Mas'ud beserta anggota, Kepala Desa H. Moh. Kahar, Kasi PMD Kecamatan Sambelia Mardi JM bersama Pendamping Desa, para Kepala Dusun, Ketua RT, kader pembangunan, hingga tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa H. Moh. Kahar tidak menutupi kendala yang dihadapi. Ia menyebut sejumlah program dalam rancangan awal terpaksa tertunda karena pemangkasan Dana Desa. Kebijakan pusat yang mengalihkan anggaran ke program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis membuat desa harus memutar otak.
"Rancangan yang kita bagikan ini memuat program-program yang sebelumnya belum bisa jalan karena dana terbatas. Kita harus realistis menyusun skala prioritas," ujar H. Moh. Kahar.
Sorotan paling tajam datang dari Ketua BPD H. Mas'ud. Ia mendesak agar pembangunan lapangan Desa Sambelia segera dituntaskan. Lapangan itu disebut sudah tiga kali dianggarkan dan menelan dana lebih dari satu miliar rupiah sejak sebelum masa kepemimpinan H. Moh. Kahar.
"Ini sudah terlalu lama. Lapangan itu milik pemuda. Jangan sampai anggaran sudah habis miliaran tapi hasilnya tidak bisa dipakai," tegas H. Mas'ud.
Kasi PMD Mardi JM kemudian memaparkan detail rancangan RKPDes dan memandu peserta memilih program yang paling mendesak. Sekretaris Desa Mahmudin, S.Pd., membacakan matriks rencana sebagai bahan diskusi.
Diskusi berlangsung dinamis. Dipimpin Pendamping Kecamatan Rian Kusmawan, para Kepala Dusun silih berganti menyampaikan usulan pembangunan fisik di wilayahnya. Namun mereka juga paham dengan situasi keuangan desa saat ini.
Merespons semua masukan, Kepala Desa H. Moh. Kahar menampung aspirasi dan menjelaskan progres pembangunan yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan.
"Mari kita bersama-sama membangun desa sesuai tugas dan peran masing-masing. Masyarakat juga punya hak untuk mengawasi jalannya pembangunan di desa ini," katanya.
Musdes ditutup dengan pembentukan tim penyusun RKPDes 2027. Tim beranggotakan tujuh orang yang terdiri dari pembina Kepala Desa, unsur LKMD, perwakilan masyarakat, dan perwakilan perempuan. Pemerintah Desa Sambelia berharap, dengan perencanaan yang matang meski di tengah keterbatasan, pembangunan 2027 dapat benar-benar menyentuh kebutuhan warga. (RS/acip)

