![]() |
| Upacara pengibaran bendera merah HUT RI 81 tingkat kecamatan Sambelia |
Pengibaran Sang Saka Merah Putih menjadi pusat perhatian. Sebanyak 34 siswa-siswi dari SMAN 01 Sambelia dan SMKN 01 Sambelia tergabung dalam Paskibraka. Langkah mereka mantap, diiringi dentuman Grup Drumben SMAN 1 Sambelia yang membuat dada peserta upacara bergetar.
Camat Sambelia Muh. Anwar Ikroman, S.STP., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Gubernur NTB Muh. Ikbal. Kalimat pembukanya menohok.
"Setiap kali Sang Merah Putih berkibar pada 17 Agustus, kita bukan sekadar mengulang ritual seremonial. Hari ini adalah waktu untuk menjeda rutinitas, menengok ke belakang menelusuri jejak perjuangan para pendiri bangsa, dan kembali meneguhkan komitmen bersama," ujar Ikroman.
Tema nasional tahun ini "INDONESIA BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR" diterjemahkan Gubernur ke dalam visi "NTB Makmur Mendunia". Tiga pekerjaan rumah besar diletakkan di depan yakni hapus kemiskinan ekstrem, kuatkan ketahanan pangan, dan dorong NTB menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.
Dan data yang disampaikan tidak main-main. Ekonomi NTB pada triwulan II 2026 tumbuh 7,41 persen, tertinggi kedua se-Indonesia. Kemiskinan turun ke angka 11,17 persen. Artinya sekitar 26 ribu warga NTB berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam setahun. Pengangguran ditekan hingga 2,98 persen. Nilai tukar petani Juli 2026 di 127,83, pertanda daya beli petani masih kuat. Investasi masuk menembus Rp33,73 triliun, lebih dari separuh target tahun ini.
"Angka-angka ini bukan untuk dipamerkan. Ini pengingat bahwa kerja kita belum selesai," ucap Ikroman bacakan amanat tersebut.
Di tengah semangat kemerdekaan, Gubernur juga mengajak peserta menunduk sejenak. Bencana gempa di Flores, NTT, menjadi duka bersama. Belajar dari gempa NTB 2018, bantuan dari NTB diberangkatkan kurang dari 24 jam setelah instruksi. Minggu sore 16 Agustus, tim gabungan NTB-Bali sudah bergerak ke Flores.
"Mari kita doakan saudara-saudara kita di NTT: semoga diberikan keselamatan, kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi cobaan ini."ungkapnya.
Ketua Panitia sekaligus Sekcam Sambelia, Zulfikri,S.Ap, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang sudah ikut memeriahkan, baik lewat lomba sebelumnya maupun pada acara puncak. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan.
Usai amanat, suasana berubah. Tim PKK Kecamatan Sambelia naik ke depan dan menyanyikan Mars PKK dilanjutkan lagu kepahlawanan. Meski matahari Sambelia sudah mulai membakar, tepuk tangan peserta tidak berhenti.
Doa penutup dipimpin Ustaz Muh. Azhar, QH., SPd.I. Komandan upacara kemudian membubarkan barisan, menutup rangkaian peringatan dengan tertib.
Dari Senanggalih, Sambelia mengirim pesan yang sama dengan seluruh Indonesia: Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. (rs/acip)


