Daftar Isi [Tampil]

H. Fuaedi Calon Kepala Desa Bebuak
LOMBOK TENGAH - radarselaparang.com || Setelah 37 tahun mengabdi sebagai birokrat, H. Fuaedi memilih pulang kampung. Ia mantap mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (Kades) Bebuak, Kecamatan Kopang, dengan satu tujuan: mengejar ketertinggalan desa induk dari desa-desa pemekarannya.

Keputusan melepas posisi mapan di kecamatan bukan hal ringan. Tapi bagi Fuaedi, panggilan membangun kampung lebih besar dari kenyamanan jabatan.

"Kalau orientasinya ekonomi, tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Kita harus kerja dulu untuk rakyat, soal hasil belakangan," ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Bukan pendatang baru di kursi Kades. Fuaedi pernah memimpin Bebuak periode 2012-2018. Di masa itu ia meninggalkan jejak Embung Bisok Bokah yang kini jadi urat nadi irigasi dan potensi wisata, serta pembukaan jalan Jurang Bolor yang dulu hanya jalan setapak curam.

"Jadinya terintegrasi. Mau ke desa sebelah tidak perlu muter lagi," katanya.

Kegelisahannya sederhana. Bebuak sebagai desa induk kini tertinggal dibanding Presak, Lendang Are dan desa pemekaran lain yang sudah punya branding wisata. Padahal 90 persen warga Bebuak masih menggantungkan hidup pada pertanian.

Visi yang ia bawa adalah "Bersatu mewujudkan perubahan menuju Bebuak yang sejahtera". Ia juga membawa filosofi "Sekah Gendang" - pelayan harus tampil terbaik dulu untuk rakyat, baru pikirkan imbalan.

Ke depan ia menargetkan pertanian tetap jadi tumpuan, ditambah pariwisata berbasis agrikultur dengan menghidupkan Balai Bangket sebagai pusat kreativitas anak muda.

Dukungan mengalir dari warga. Hakim Zikri, pegiat wisata sekaligus pemilik Angkringan Bale Bangket, menilai pengalaman birokrasi Fuaedi dibutuhkan untuk merangkul perbedaan dan memajukan Bebuak.

"Sebagai desa induk kita harus bisa mengejar desa pemekaran. Paling tidak mensejajarkan diri," katanya.

Dengan rekam jejak dan pengalaman panjang di birokrasi, Fuaedi siap mewakafkan sisa tenaganya. Taruhannya satu: mengembalikan Bebuak ke jalur kemajuan. (rs)