Daftar Isi [Tampil]

Bupati H. Haerul Warisin langsung yang menyerahkan santunan, didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lombok Timur Muhammad Johan Firmasyah.
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Suasana haru di Pendopo Bupati Lombok Timur (Lotim), Di hari yang sama ada tiga kabar baik. Pelatihan kerja dibuka, peralatan usaha diserahkan dari dana DBHCHT, dan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp685 juta diterima ahli waris.Selasa (8/9/2026).

Bupati H. Haerul Warisin langsung yang menyerahkan santunan, didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lombok Timur Muhammad Johan Firmasyah.

Bagi pemerintah dan BPJS ketenagakerjaan, momen ini lebih dari sekadar serah terima. Ini cara mengedukasi masyarakat agar paham manfaat program dan memastikan sudah terdaftar. Sasaran utamanya empat kelompok. Penerima Upah, Bukan Penerima Upah atau Mandiri, Pekerja Konstruksi, dan Pekerja Migran Indonesia.

"Jangan tunggu musibah datang baru cari perlindungan. Daftarkan diri sekarang, karena manfaatnya bisa dirasakan keluarga," kata Johan.

Faktanya perlindungan itu sudah berjalan. Hingga Agustus 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lotim mencatat 194.052 pekerja sudah menjadi peserta. 

Dalam periode yang sama, 2.912 kasus klaim sudah dibayar dengan total Rp31 miliar. Uang itu sudah masuk ke rumah-rumah pekerja di seluruh penjuru Lotim.

Namun BPJS menolak berhenti hanya di angka. Setelah santunan cair, BPJS Lotim menitipkan ahli waris ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk ikut pelatihan. Tujuannya jelas, keluarga korban harus bisa berdiri lagi.

"Semoga peserta yang mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat atau PEKA, yang sejalan dengan program Pelatihan Vokasi dan Pendidikan Pelatihan, perlahan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya," jelas Johan.

Itulah makna Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan atau 3M, BPJS ingin memastikan satu hal. Pekerja dapat pelayanan terbaik, semakin banyak yang terlindungi, dan ketika risiko datang, keluarga tetap punya jalan untuk bangkit. (RS)