![]() |
| Salah satu los pasar Pancor |
Kepala Pasar Pancor, Rudy Wahyudi mengaku cemas. Dikatakan sejak dibangunnya pasar Pancor di tahun 2008, perawatan fisik pasar belum pernah dilakukan. Yang disentuh hanya lampu oleh kepala pasar sebelumnya ataupun dinas terkait.
"Panel listrik untuk tiap los tidak ada. Seharusnya ada 3 panel, satu untuk tiap los. Anggarannya sekitar 100 juta. Kalau tidak dipenuhi ya overload terus," katanya, Rabu (3/9/2026).
Bukti kerusakan sudah sering terlihat. Stut beberapa kali terbakar. Kabel juga pernah meleleh. Setiap kejadian masih bisa ditangani karena cepat diketahui. Namun jika terlambat, dampaknya bisa fatal.
Risikonya semakin tinggi karena struktur pasar. Lantai 2 dan kolong los dipenuhi kayu dan bambu. Material itu menjadi bahan bakar yang sempurna jika percikan api muncul.
Laporan sudah disampaikan ke Dinas Perdagangan. Jawabannya tetap sama, masih menunggu anggaran.
"Mestinya pedagang tidak dilarang pakai listrik. Mereka bayar retribusi tiap hari. Kami minta aman, tapi fasilitasnya tidak pernah aman," ujar Rudy.
Ia menegaskan, jika PAD Pasar Pancor paling besar, maka keselamatan pedagangnya juga harus jadi prioritas.
Secara terpisah, Camat Selong L. Ridho sependapat. Ia menilai pasar perlu dibenahi secara menyeluruh. Untuk langkah awal, pengawasan harus diperketat dengan melibatkan Damkar dan kepolisian.
"Jangka pendek kita perkuat patroli dan monitoring. Jangka panjang harus ada revitalisasi. Tujuannya agar pedagang tenang berjualan dan pembeli tidak was-was," katanya.
Hingga kini aktivitas jual beli di Pasar Pancor masih berjalan normal. Di atas kepala pedagang, kabel-kabel tua masih menggantung. Pertanyaannya tinggal satu, siapa yang akan bergerak lebih dulu, pemerintah atau api.
Menanggapi kondisi kelistrikan di Pasar Pancor yang disorot rawan kebakaran, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Fathurrahman mengaku sudah mengambil langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kami sudah buat imbauan agar kepala pasar mewaspadai fenomena kebakaran yang terjadi saat-saat ini. Ini terkait kondisi iklim dan tingginya aktivitas perdagangan yang meningkatkan risiko kebakaran di pasar rakyat," ujarnya melalui saluran telepon.
Dalam imbauan tersebut, kepala pasar diminta melakukan lima hal utama. Pertama, memastikan instalasi listrik di seluruh bangunan toko, ruko, los dan area umum dalam kondisi baik, rapi dan aman.
Kedua, melakukan pemeriksaan rutin terutama pada jam sibuk dan menjelang penutupan pasar. Ketiga, segera memperbaiki instalasi yang rusak dan tidak memadai yang berpotensi menyebabkan konsleting listrik.
Keempat, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang dan pengunjung tentang langkah pencegahan kebakaran. Kelima, segera melaporkan jika ditemukan potensi bahaya agar bisa ditangani cepat.
Fathurrahman menyebut saat ini pihaknya juga sedang mengecek kondisi instalasi listrik di seluruh pasar yang ada di Lombok Timur.
"Kami sedang mengecek kondisi semua instalasi listrik pasar-pasar kita. Insya Allah tahun depan secara bertahap kita fokus perbaikan dan merapikan instalasi listrik pasar-pasar kita," katanya. (RS/Toni)


