![]() |
| H. Phatoni, pengurus Pekuburan Bawak Grepek Baret Kokok Sambelia. |
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com ||Di Desa Sambelia, ada sosok yang hari-harinya dihabiskan di sawah. Hidup sederhana, tidak menempuh pendidikan tinggi. Namun ketika diberi amanah, gagasannya mengalir dan tangannya yang bekerja. Dia adalah H. Phatoni.
Sebagai pengurus Pekuburan Bawak Grepek Baret Kokok Sambelia, H. Phatoni tidak banyak bicara. Begitu menjabat, ia langsung melihat wajah pekuburan yang dulu rimbun, angker, dan belum tertata. Jumat (11/9/2026).
Bersama Sekretaris Bapak Hanip Teris, ia mengajak warga, para Kepala Dusun, dan Kepala Desa Sambelia H. Moh. Kahar untuk duduk bersama. Dari pertemuan itu, kerja nyata dimulai.
Dalam waktu singkat, warga bahu-membahu membangun gudang peralatan. Tidak berhenti di situ, tembok keliling sepanjang 1000 meter juga berdiri hanya dalam 2 bulan. Kini pekuburan terlihat lebih rapi, indah, dan terhormat.
Semua itu murni dari swadaya masyarakat. Tidak ada dana besar dari luar. Sumbangan mengalir lewat corong masjid. Tenaga datang berbondong-bondong. Tangan-tangan bergotong royong membuktikan bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha.
"Yang penting niat dan kebersamaan. Kalau kita mau bergerak bersama, insyaAllah jadi," begitu semangat yang selalu ia tunjukkan kepada warga.
H. Phatoni juga sudah menyiapkan langkah selanjutnya. Ke depan akan dibuat jalan setapak atau trotoar agar area pekuburan semakin tertata. Selain itu direncanakan pembangunan aula sebagai tempat berzikir dan berkumpul saat pemakaman.
Kisah H. Phatoni menjadi pelajaran sederhana namun dalam. Bukan gelar yang mengangkat derajat, bukan ijazah yang melahirkan karya. Orang biasa, seorang petani, dengan hati tulus dan amanah yang dijaga, mampu membawa perubahan nyata bagi desanya.
Semangatnya mengingatkan kita: mulailah dari apa yang bisa kita lakukan, bukan dari apa yang kita miliki. (RS/acip)


