LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Suasana jelang Pemilihan Kepala Desa Perigi, Kecamatan Suwela, mulai terasa. Meski pelaksanaan Pilkades baru akan digelar pada 2027, pembicaraan dan harapan masyarakat sudah menggema di berbagai sudut desa.
Khairil Ahyan, pemuda Desa Perigi
Harapan besar itu datang khususnya dari kalangan pemuda. Mereka meminta para calon kepala desa yang akan maju tidak hanya pandai berjanji, tetapi mampu menunjukkan aksi nyata sejak awal.
Hal itu disampaikan M. Khairil Ahyan, pemuda Desa Perigi. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lelah dengan politik musiman yang hanya muncul saat butuh suara.
"Kami berharap para putra-putri Perigi yang akan maju pada pencalonan hadir bukan hanya sebagai calon yang pandai berjanji saja. Aksi-aksi realistis harus ditunjukkan, bukan ketika ada maunya saja," ujarnya. Kamis (10/9/2026).
Khairil mengingatkan agar para calon tidak hanya tampil ramah dan responsif saat masa kampanye. Sikap itu, kata dia, harus terus dijaga bahkan setelah terpilih. Seluruh sektor pembangunan desa juga harus benar-benar diperhatikan, bukan ditinggalkan.
"Jangan ketika tampil saja menjadi orang yang ramah, orang responsif, orang kerja nyata. Lebih-lebih setelah jadi, semua sektor harus benar-benar diperhatikan," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan Pilkades sebagai ajang kepentingan kelompok atau pribadi. Politik desa, menurutnya, harus berorientasi pada kemajuan bersama.
"Jangan jadikan politik desa ini hanya sebagai batu loncatan untuk kepuasan personal tim saja. Jangan juga jadi ajang memperkaya diri saja. Ini tentang kemajuan bersama," katanya.
Sebagai bagian dari masyarakat Perigi, Khairil mengajak semua golongan untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin. Kriteria utamanya sederhana, memilih orang yang benar-benar peduli, bukan hanya peduli ketika mencalonkan diri.
"Harapan besar kami sebagai masyarakat Perigi untuk mengajak kita semua agar benar-benar memilih pemimpin yang benar peduli, bukan peduli ketika mencalonkan diri saja," ucapnya.
Lebih jauh, ia menyatakan sikap untuk memerangi praktik tim sukses yang hanya mengutamakan kepentingan kelompoknya. Ia juga mengimbau warga meninggalkan calon yang hanya berdiri di atas kepentingan pribadi.
Ajakan itu muncul sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap masa depan Desa Perigi. Bagi Khairil, Pilkades bukan sekadar memilih kepala desa, tetapi menentukan arah pembangunan desa lima tahun ke depan.
Dengan mulai menggema-nya pembahasan Pilkades 2027, warga Desa Perigi diharapkan sudah mulai menimbang sejak dini. Bukan pada janji manis, tetapi pada rekam jejak, komitmen, dan bukti kerja nyata calon yang akan memimpin. (RS)

